Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Warga Desak Polisi Tangkap Pelaku, Pemukulan dalam Kericuhan Turnamen 17 Agustus di Paranglompoa

×

Warga Desak Polisi Tangkap Pelaku, Pemukulan dalam Kericuhan Turnamen 17 Agustus di Paranglompoa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa, Sulsel– 8 Agustus 2025, Kericuhan besar terjadi pada turnamen sepak bola peringatan HUT RI ke-80 di Lapangan Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa. Pertandingan yang awalnya diharapkan menjadi ajang silaturahmi warga justru berakhir ricuh dan memicu permusuhan antarwarga.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, insiden bermula saat laga masih berlangsung dengan tempo tinggi. Tiba-tiba, seorang penonton menerobos masuk ke lapangan tanpa izin dan langsung memukul salah satu pemain. Tindakan ini sontak memancing kemarahan pemain lain, ofisial tim, hingga penonton yang memihak masing-masing kubu. Suasana berubah panas, adu mulut terjadi di tengah lapangan, dan ketegangan merambat ke luar garis permainan.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Kericuhan ini jelas dipicu oleh penonton yang masuk dan memukul pemain. Kalau kejadian itu tidak ada, pertandingan pasti aman. Ini sudah keterlaluan, polisi tidak boleh tinggal diam,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga menegaskan, bukti-bukti visual dari kejadian tersebut sudah beredar luas di media sosial. Rekaman video menunjukkan detik-detik penonton masuk lapangan, melakukan pemukulan, dan memicu bentrokan verbal antar pemain yang kemudian meluas menjadi kericuhan. Foto-foto kejadian juga beredar dan dibagikan secara masif di grup-grup pesan warga.

Dengan bukti yang dinilai sangat kuat, warga mendesak Polsek Bungaya dan Polres Gowa untuk segera menangkap dan memproses pelaku pemukulan. Mereka menilai, jika aparat tidak bergerak cepat, insiden serupa akan terus berulang dan berpotensi memakan korban jiwa.

Baca Juga :  Tembus Panggung Dunia, Delegasi UHO Kendari Amankan Silver Medal di Malaysia

“Bukti sudah jelas ada. Tinggal kemauan aparat saja untuk bertindak. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa. Kalau polisi diam, kami khawatir warga akan main hakim sendiri,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.

Selain menuntut penegakan hukum, warga juga meminta agar turnamen sepak bola tersebut segera dihentikan. Mereka mengaku jenuh karena hampir setiap gelaran pertandingan di Lapangan Paranglompoa berakhir ricuh. Bahkan, beberapa kali kericuhan sebelumnya sempat memicu perpecahan hubungan antar kampung.

“Sejak dulu, kalau ada sepak bola di sini, pasti ribut. Sekarang malah bikin hubungan warga retak. Daripada ada yang meninggal, lebih baik hentikan saja turnamennya. Kalau pun mau dilanjutkan, pengamanan harus super ketat,” kata warga lainnya.

Masyarakat menilai, insiden ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga soal keamanan dan ketertiban. Mereka khawatir jika tidak ada tindakan tegas, ketegangan di lapangan akan menjalar menjadi konflik berkepanjangan di luar arena pertandingan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia turnamen belum memberikan pernyataan resmi. Sementara itu, pihak kepolisian belum mengumumkan langkah yang akan diambil terkait peristiwa tersebut. Namun, desakan publik agar aparat bergerak cepat semakin gencar terdengar, baik di lapangan maupun di media sosial.

Redaksi Sulsel

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit