Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahan

INAKOR Gowa Soroti Kehadiran Bupati di Acara Lebaran Yatim Bajeng Barat, Pertanyakan Kepantasan Pemimpin

×

INAKOR Gowa Soroti Kehadiran Bupati di Acara Lebaran Yatim Bajeng Barat, Pertanyakan Kepantasan Pemimpin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

faktual.net,Gowa, Sulsel – Dewan Pimpinan Daerah Independen Nasionalis Anti Korupsi I (DPD INAKOR) Kabupaten Gowa memberikan kritik tajam terkait kehadiran Bupati Gowa dalam kegiatan “Lebaran Yatim & Penyandang Disabilitas” yang berlangsung di Kecamatan Bajeng Barat Kamis, (25/6/2026)

‎​Kehadiran orang nomor satu di Gowa tersebut dinilai memicu kontroversi di tengah masyarakat. INAKOR Gowa memandang bahwa momentum suci peringatan 10 Muharram yang dikemas dalam santunan anak yatim dan disabilitas seharusnya dijaga kesucian dan kekhidmatannya dari figur yang tengah diterpa isu miring.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

‎​Haerudin selaku, Humas INAKOR Gowa menambahkan bahwa dugaan kasus perselingkuhan yang menyeret nama Bupati Gowa telah menimbulkan keresahan dan kegaduhan di tengah masyarakat Gowa.

‎Isu tersebut dinilai parah karena mencederai norma adat, budaya, serta nilai religius yang dijunjung tinggi oleh warga lokal.

Baca Juga :  Bupati Morowali: Bahodopi Kini Seperti “Jakarta Kecil” dengan Kepadatan Tinggi

‎Kehadiran Bupati di ruang publik dalam acara keagamaan dianggap tidak peka terhadap suasana kebatinan masyarakat yang sedang kecewa.​

‎Humas INAKOR Gowa menyatakan bahwa seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan moral bagi masyarakatnya. Dugaan isu perselingkuhan yang menerpa Bupati dinilai mencederai nilai-nilai religiusitas acara tersebut.

‎​”Sangat disayangkan kebersihan acara suci ini dicoreng oleh kehadiran figur yang diduga tidak menjaga integritas moralnya. Momentum 10 Muharram untuk menyantuni anak yatim adalah ruang khidmat yang harus dihormati,” ujar Haerudin, Humas INAKOR Gowa.

‎​INAKOR Gowa juga menyoroti kinerja Kemenag Gowa H. Jamaris selaku instansi yang terkait dengan pembinaan keagamaan. INAKOR mendesak pihak Kemenag untuk lebih selektif dan menjaga marwah kegiatan-kegiatan keagamaan di wilayah Kabupaten Gowa agar tidak dijadikan panggung formalitas belaka.

(Red) 

Tanggapi Berita Ini