Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Headline

Geger! Baru Saja Dilantik, Oknum Kadus di Demak Langsung Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Ancaman Pembunuhan!

×

Geger! Baru Saja Dilantik, Oknum Kadus di Demak Langsung Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Ancaman Pembunuhan!

Sebarkan artikel ini

Faktual.net – DEMAK – Hari pelantikan Perangkat Desa Sukodono, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, yang seharusnya berlangsung kondusif, justru berbuntut laporan pidana ke pihak kepolisian. Seorang warga bernama Faozi resmi melaporkan dugaan ancaman pembunuhan yang diarahkan kepada dirinya oleh oknum Kepala Dusun (Kadus) berinisial NSK yang baru saja dilantik pada Kamis (25/06/2026).

Faozi mendatangi Mapolres Demak dengan membawa dua saksi kunci, yakni Khilmi dan Mustain Geyong, untuk memperkuat laporannya di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu

Kronologi Ancaman di Area Pesawahan :

Informasi ancaman ini pertama kali terendus di area pesawahan Kalikondang. Berdasarkan kesaksian Mustain Geyong, dugaan ancaman tersebut dilontarkan oleh NSK melalui perantara bernama Karsilan dan Mahfudhi yang kemudian didengar langsung oleh para saksi.

“Ya benar, saat saya ke sawah daerah Kalikondang, ada saudara Mahfudhi datang ke area sawah di mana saya berada dan kebetulan ada keponakan saya Khilmi. Lalu ia memberikan informasi dan mengatakan bahwa, ‘Kalau NSK tidak menjadi perangkat desa Sukodono, akan membunuh Faozi.’ Mendengar hal itu saya langsung menghubungi Faozi via telepon agar lebih waspada,” ujar Mustain Geyong saat memberikan kesaksian di Mapolres Demak, Kamis (25/06/2026).

Buntut Sengkarut Pilperades :

Saat dikonfirmasi, Faozi meyakini bahwa intimidasi berat ini merupakan imbas dari kontestasi Pemilihan Perangkat Desa (Pilperades) Sukodono yang digelar beberapa waktu lalu. Ia menduga ada pihak yang tidak puas dan menganggap dirinya sebagai batu sandungan.

Baca Juga :  Saldo Rp300 Juta Disebut Berujung Minus, TRC Desak Kejari Gowa Bongkar JKN Sampai Akar

“Ini saya yakin berawal dari proses tahapan Pilperades yang telah lalu. Mungkin ada pihak yang tidak puas atau merasa saya sebagai penghalang, makanya sampai terjadi adanya ancaman dugaan pembunuhan terhadap diri saya,” tegas Faozi.

Faozi menyayangkan sikap overreaktif oknum perangkat desa tersebut. Menurutnya, tensi politik tingkat desa tidak sepatutnya dibawa ke ranah personal hingga mengancam nyawa.
“Namanya sebuah kompetisi, menang kalah itu adalah hal yang biasa. Jadi tidak perlu sampai terbawa dendam, apalagi sampai melakukan ancaman pembunuhan,” pungkasnya.

Alami Trauma Berat dan Tekanan Psikologis :

Akibat ancaman pembunuhan ini, kondisi psikologis Faozi beserta keluarganya terguncang hebat. Mereka mengaku didera rasa takut, trauma, dan merasa hak kebebasannya untuk beraktivitas sehari-hari menjadi sangat terbatas.

Demi keselamatan diri dan penegakan keadilan, Faozi kini menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat penegak hukum. Laporan resmi telah dilayangkan ke Satreskrim Polres Demak untuk diproses lebih lanjut.

Secara hukum, tindakan mengancam nyawa orang lain dapat dijerat dengan Pasal 499 KUHP UU Nomor 1 Tahun 2023. Berdasarkan aturan tersebut, pelaku ancaman pembunuhan diancam dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau pidana denda paling banyak Kategori IV dengan nominal maksimal Rp200 juta.

Reporter: JS/MS

Tanggapi Berita Ini
Dr. Mohammad Sulaiman, S.Pd., M.M.: Sosok Pendidik dan Pengabdi untuk Kemajuan Sekolah Swasta Bogor, Penuh Ketulusan Ucapkan Selamat Ulang Tahun Bupati Rudy Susmanto! BOGOR — Nama Dr. Mohammad Sulaiman, S.Pd., M.M. bukanlah nama asing di dunia pendidikan Kabupaten Bogor. Sebagai Sekretaris Umum Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bogor, ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati, dekat dengan semua elemen, dan senantiasa menjaga keharmonisan antara dunia pendidikan swasta dan pemerintah daerah. Hal ini terlihat nyata ketika ia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Bapak Bupati Bogor, Rudy Susmanto, S.Si., yang penuh kehangatan dan doa tulus. “Semoga Bapak senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam memimpin Kabupaten Bogor menuju kemajuan yang lebih baik. Teruslah menjadi pemimpin yang mengayomi, menginspirasi, dan berpihak untuk masyarakat Bogor,” ucap Dr. Mohammad Sulaiman dengan tulus. KIPRAH DI DUNIA PENDIDIKAN DAN ORGANISASI Dr. Mohammad Sulaiman menjelaskan bahwa BMPS adalah organisasi yang menaungi seluruh badan usaha perguruan swasta di Kabupaten Bogor. Saat ini, Ketua Umum BMPS Kabupaten Bogor adalah Dr. Usep Nukliri, S.Ag., M.M., sementara ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Umum. Di tingkat Provinsi Jawa Barat, BMPS diketuai oleh Dr. Agus. Selain aktif di organisasi, Dr. Mohammad Sulaiman juga mengabdi sebagai tenaga pengajar di Program Pascasarjana (S2) Universitas Prabu Siliwangi, yang beralamat di wilayah Kabupaten Bogor. Di sana, ia mengampu mata kuliah Statistik dan Bahasa Inggris. MEMBANGUN LEMBAGA PENDIDIKAN DARI AWAL Perjuangannya di dunia pendidikan tidak hanya sebatas mengajar. Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan lembaga pendidikan kejuruan yang berlokasi di Jalan RT 10 RW 4 No. —, Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Izin operasional lembaga ini diperoleh pada awal tahun 2016. Awalnya mereka menyewa ruko, namun berkat ketekunan dan keberkahan, kini lembaga tersebut telah berdiri di atas tanah seluas 5.000 meter persegi yang telah dimiliki secara mandiri. “Awalnya kami langsung membuka jurusan Farmasi dan Keperawatan. Mengapa kesehatan? Karena saya melihat tenaga teknis kesehatan sangat dibutuhkan, namun belum cukup tersedia. Kebutuhan tenaga kesehatan di masyarakat masih sangat besar,” ungkapnya. Kemudian pada tahun 2019, lembaga ini memperluas bidang keahlian dengan membuka jurusan Pariwisata, Perhotelan, dan Kuliner. Seluruh lahan seluas 5.000 meter persegi digunakan secara optimal untuk kegiatan pendidikan. Menariknya, status tanah tersebut direncanakan untuk diwakafkan, sehingga tidak dapat diperjualbelikan — murni untuk keberlangsungan pendidikan dan amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya. “Kalau diwakafkan, tidak bisa dijual beli. Ini milik Allah, untuk kepentingan umat. Suatu saat jika saya telah tiada, lembaga ini tetap bisa berguna bagi orang banyak. Itu yang saya harapkan,” tegasnya dengan penuh keyakinan. SISWA, TENAGA PENGAJAR, DAN TANTANGAN Saat ini lembaga tersebut hanya menerima sekitar 100 siswa per tahun, sehingga total siswa dari tiga angkatan berkisar antara 200–300 orang. Ruang kelas memang masih terbatas, sehingga sebagian ruang praktik terkadang juga digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Dr. Mohammad Sulaiman telah mengajukan permohonan penambahan ruang kelas ke Direktorat terkait, dan berharap pada tahun 2026 ini dapat terealisasi dengan bantuan pemerintah. Tenaga pengajar dan tenaga kependidikan berjumlah sekitar 25 orang, termasuk guru tetap, tenaga kebersihan, dan keamanan. Masih ada sekitar 6 tenaga pengajar yang berstatus belum tetap, sehingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik juga menjadi perhatian utamanya. VISI: PENDIDIKAN KEJURUAN UNTUK MASA DEPAN BANGSA Dr. Mohammad Sulaiman menjelaskan alasan memilih jalur pendidikan kejuruan dibandingkan pendidikan umum murni. Ia terinspirasi dari pengamatan terhadap sistem pendidikan di Malaysia dan Singapura, di mana lulusan SMP langsung dibekali pelatihan kerja selama 2 tahun dengan sertifikat nasional. “Di SMK kita, teori masih terlalu banyak. Padahal yang utama adalah ruang praktik. Jika SMK tidak punya ruang praktik yang memadai, yang terjadi adalah pembodohan masyarakat — lulusan sudah dibekali biaya dan waktu, namun tidak siap kerja. Ruang praktik adalah nyawa pendidikan kejuruan,” tegasnya. Ia juga menyampaikan keprihatinan terkait alokasi dana pendidikan. Bahkan sekolah negeri pun sangat bergantung pada Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang per siswa per tahunnya hanya sekitar Rp1.800.000. Jika dibagi per bulan, jumlahnya sangat terbatas untuk menunjang seluruh kebutuhan pendidikan. Sebagai anggota komite di salah satu SMA Negeri di Kota Bogor, ia menyaksikan langsung betapa beratnya beban yang ditanggung sekolah. KETULUSAN DAN SINERGI UNTUK BOGOR Di tengah segala kesibukan mengajar, memimpin lembaga pendidikan, dan mengurus organisasi BMPS, Dr. Mohammad Sulaiman tidak pernah lupa menjaga kedekatan dengan pemerintah daerah. Ucapan selamat ulang tahunnya kepada Bupati Rudy Susmanto bukan sekadar formalitas, melainkan wujud sikap yang selalu ia pegang: bahwa kemajuan pendidikan di Kabupaten Bogor tidak bisa berjalan sendiri — butuh dukungan pemerintah, butuh kolaborasi yang erat, dan butuh sikap saling menghargai antar pemangku kepentingan. “Saya berharap Bapak Bupati senantiasa sehat dan kuat memimpin. Kami dari dunia pendidikan swasta siap bersinergi, siap berkolaborasi, demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Bogor yang lebih baik lagi,” pungkasnya. Reporter: Johan Sopaheluwakan
Headline

Faktual.net —  Bogor, Jawa Barat – Nama Dr….