Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahan

Mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 116 Gelar Bimtek 5 Kunci Keamanan Pangan di SD Inpres Loka

×

Mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 116 Gelar Bimtek 5 Kunci Keamanan Pangan di SD Inpres Loka

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

faktual.net,Bantaeng,Sulsel – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) “5 Kunci Keamanan Pangan” di SD Inpres Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, pada Rabu (22/7/2026) Kegiatan ini merupakan program kerja individu yang diinisiasi oleh Amelia Tri Saputri sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya keamanan pangan di lingkungan sekolah. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi KKN-T Keamanan Pangan Unhas bersama BPOM dalam memperluas edukasi keamanan pangan kepada masyarakat.

Bimtek tersebut menyasar para guru sebagai Kader Keamanan Pangan Sekolah serta siswa sebagai peserta sosialisasi. Guru dipilih karena memiliki peran strategis dalam membimbing dan membentuk kebiasaan peserta didik, sehingga diharapkan mampu menjadi agen edukasi yang dapat meneruskan pemahaman mengenai keamanan pangan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Selama kegiatan, mahasiswa KKN-T bertindak sebagai fasilitator dalam penyampaian materi. Edukasi diberikan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, dan sesi tanya jawab agar peserta lebih mudah memahami serta mampu menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Keluhan Warga Tahun 2024 Hingga Tahun 2026 Belum Diselesaikan Walkot Jakut!

Amelia Tri Saputri menjelaskan materi yang disampaikan berfokus pada 5 Kunci Keamanan Pangan, yaitu mengenali pangan yang aman, membeli pangan yang aman, membaca label pangan dengan cermat, menjaga kebersihan sebelum mengolah maupun mengonsumsi pangan, serta melaporkan apabila menemukan pangan yang diduga tidak aman atau berpotensi membahayakan kesehatan.

Menurutnya, pembentukan guru sebagai Kader Keamanan Pangan Sekolah menjadi langkah penting agar edukasi tidak berhenti setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir. Dengan demikian, sekolah dapat terus menanamkan budaya hidup sehat dan kesadaran akan pentingnya memilih serta mengonsumsi pangan yang aman.

Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap keamanan pangan, sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Program tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang dalam mendukung terwujudnya sekolah yang sadar, peduli, dan konsisten menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan.

Reporter : Sattu

Tanggapi Berita Ini