oleh

Ternoda Kasus Asusila “Bumi Panrita Kitta” Menuai Tanggapan Beragam

Faktual.Net, Sinjai, Sulsel, Kabupaten Sinjai adalah salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan. Di mana setiap Kabupaten memiliki slogan, Kabupaten Sinjai sendiri dikenal dengan Bumi Panrita Kitta (Ahli kitab).

Slogan tersebut diyakini berangkat dari filosofi Kabupaten Sinjai di masa lalu yang didominasi oleh didikan pesantrin.

Realita menunjukkan belakangan ini di Kabupaten Sinjai marak dibicarakan terkait hal yang amoral (dunia malam/pelecehan seksual). Seperti yang sebelumnya dugaan prostitusi online yang mecatut nama salah satu penginapan, demikian remaja yang dingilir usai dibuay mabuk di Kabupaten Sinjai (16/02/2021) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Pihak yang Ikut prihatin sebab Tribun Lapangan Sinjai bersatu merupakan salah satu Iconk dan pusat Kota Kabupaten Sinjai.

Dikutip berbagai sumber, Ketua MUI H. Fadhlullah Marzuki, Sekertaris DP3AP2KB Andi Yusran Maddolangeng, Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Sinjai, Muh Saleh Kurdi, Praktisi dan akademisi dakwah dan komunikasi, Dosen IAIM Sinjai Faridah, S.Kom.I.,M.Sos.I, Ketua Persatuan Muslim Sedunia (PMS) Ustaz Maddolangen, Ketua Komisi III DPRD Sinjai Drs. Akmal, Pemerhati Sosial Ancha Mayor.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Markaz Al Islami Sinjai, H. Fadhlullah Marzuki, demikian nama lengkap yang sering disapaan Ust. Fadel mengatakan ini adalah musibah.

“Innalilahi Wainna Ilaihi Roji’un sebab sebagia slogan Bumi Panrita Kitta dengan belasan pesantren dan program religi. Kasihan Bumi Panrita Kitta yang selalu diagungkan dengan belasan pesantren dan program religinya tentu ini pekerjaan rumah besar bagi kita semua di Sinjai” katanya.

Atas kejadian tersebut, Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa intruksikan personel Satpol PP Sinjai untuk memperketat patroli malam. Bukan hanya di Lapangan Sinjai Bersatu. Melainkan, di semua tempat yang berpotensi terjadi kasus pencabulan dan kriminalitas lainnya.

“Kalau ada remaja yang kumpul hingga larut malam dan tidak jelas aktivitasnya, lebih baik diarahkan kembali pulang ke rumahnya, apalagi kalau ada perempuan,” tegasnya, Kamis (18/2/2021).

Direspon Positif, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Sinjai, Muh Saleh Kurdi. sapaan akrabnya Ustadz Sholeh menuturkan, keputusan ini adalah salah satu langkah solutif yang dilakukan pemerintah dalam rangka meminimalisir upaya kejahatan demi terciptanya rasa keamanan.

“Saya kira ini adalah diantara langkah yang bisa dilakukan sebagai deteksi dini karena kerap kali memang kejahatan berlangsung di malam hari,” ungkapnya. Kamis, (18/02/2021).

Disisi lain, Melalui Sekertaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dihubungi, Andi Yusran Maddolangeng melalui via telfon menyampaikan bahwa saat ini korban dan pelaku yang semuanya masih berstatus Anak dalam pendampingan Dinasnya. Rabu, (17/02/2021).

“Anak yang menjadi korban masih trauma dengan kejadian tersebut sehingga membutuhkan pendampingan tersendiri dalam penyelesaian permasalahan ini. Bukan hanya kita dampingi secara hukum juga kita dampingi secara psikologis” tuturnya.

Lain halnya, Praktisi dan akademisi dakwah dan komunikasi, Dosen IAIM Sinjai Faridah, S.Kom.I.,M.Sos.I. bahwa harus mendidik Ahlak remaja, serta melakukan kontrol sosial untuk menanggulangi problem sosial yang merusak nilai-nilai moral.

“Suatu problem sosial yang membutuhkan pemikiran mendalam dan tindakan pencegahan serta penanggulangan dan mendidik akhlak remaja, kenakalan remaja yang dapat merusak nilai-nilai moral, nilai-nilai susila, nilai agama, serta norma-norma hukum yang hidup dan bertumbuh di dalamnya, baik hukum tertulis maupun tidak tertulis”.ucapnya

Sementara, Ketua Persatuan Muslim Sedunia Ustaz Andi Maddolangen. menegaskan tidak perlu saling sikut menyikut, satu sama yang lain yang perlu bersama-sama mengambil peran dalam ditiap golongan atau stockhoolder untuk melahirkan suatu kebersamaan untuk meraih satu tujuan.

“Bagi yang merasa memiliki Sinjai, kedepan harus mengembalikan makna Panrita Kitta tercipta maldatun taibaitun warabbukum gafur. Aman, damai, tentram dan sentosa melahirkan tudang sifulung, mabbulo sifeppa, mabbennan pinrung, mallilu sifakainga, mali sifarappe,” Untuk meraih itu, hablulilahi jami’an walatafarrakum, jangan melahirkan sebuah perceraian tapi wujudkanlah suatu kebersamaan menjadilah Sinjai Bersatu,” tandas Ustaz Andi Maddolangen.

Sedangkan, Ketua Komisi III DPRD Sinjai Drs. Akmal menuturkan bahwa orang tua dan instansi minta Penerangan di perbakaiki dan pengawasan jam malam diperketat.

“Saya Minta kepada orang tua Melakukan pengawasan serta instasi terkait dibenahi penerangannya dan pengawasan khususnya jam malam diperketat untuk menhindari pemuda yang melakukan perbuatan yang tidak senonoh atau berbuat mesum”. Harap Akmal

Dikutip akun Facebook milik Ancha Mayor, selaku pemerhati sosial, ia berterima kasih dan mendukun kepada pihak terkait karena adanya persoalan tersebut menuai tanggapan dan harapan yang sama demi kemajuan daerah yang dikenal Bumi Panrita Kitta.

“Saya dukun hal tersebut, hanya saja, sedikit saya mengingatkan, jangan sampai perintah kencang, tapi penunjannya tidak ada, tentu hal tersebut akan menjadi kendala, seperti biaya bahan bakar (operasional) dan biaya konsumsi terpentin sebaiknya beri insentif bagi setiap anggota yang bertugas”. tutup Ancha Mayor

Editor :Dzul.
Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Tajuk Berita