Ruas Sapaya Malakaji Lumpuh Total Akibat Jalan Amblas Di Di RK Cambang

Faktual.net, Gowa – Jalan Provinsi penghubung Sapaya-Malakaji lumpuh total akibat adanya longsor, Tepatnya diKelurahan Sapaya Kecamatan Bungaya perbatasan Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa, Ahad 28 April 2024.

 

Pantauan awak media di lokasi terlihat antrian mobil dari arah Malakaji menuju Makassar dan dari arah Makassar menuju Malakaji sampai kurang lebih 3 kilometer yang tidak bisa melintas akibat jalan longsor.

 

Sebentara itu satu unit mobil Truk warnah kuning sedang di evakuasi secara manual oleh warga sekitar akibat ban belakang jatuh ke jurang.

 

Salah satu warga sekitar Daeng Manai saat di konfirmasi media ini mengatakan, jalur tersebut sudah kurang lebih 5 tahun di biarkan begitu saja sehingga sekarang kondisinya membahayakan pengguna jalan.

 

“Saat kondisi jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan Roda empat hanya Roda dua yang bisa melintas akibat pembiaran oleh pemerintah”, ucap Daeng Manai.

Baca Juga :  Sekda Sultra Apresiasi Pelaksanaan MTQ ke-XXX Tahun 2024 Tingkat Provinsi di Konut

 

Lebih lanjut Daeng Manai berharap, semoga pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut karena ini merupakan satu-satunya jalur alternatif yang dekat ke kota Makassar.

 

“Jalur ini merupakan jalur alternatif para sopir memuat sayur mayur untuk menyuplai kota Makassar, jika jalur ini tidak segera di perbaiki maka otomatis para pedagang akan memutar jauh kendaraan nya ke kabupaten Jeneponto “, tutup daeng manai.

 

Sementara itu salah sopir asal Bontotangnga Daeng Tata kepada media mengatakan, telah terjadi jalan amblas di RK Cambang Kelurahan Supaya, Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa.

 

“Tepatnya di jalan Poros Bungaya dan Malakaji dan Alhamdulillah tidak ada korban Jiwa hanya ada satu unit mobil truk yang amblas di kedalaman kurang lebih 1 meter”, ucap Daeng Tata sopir asal Desa Bontotangnga.

Baca Juga :  Irjen Pol Ahmad Luthfi bangga mengantar Haflah Akhirissanah Ponpes Blater Madinatul Qur’an

 

Lebih lanjut Daeng Tata mengatakan, saat ini kondisi lebar jalan yang tersisa tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan Roda Empat, sehingga terjadi kemacetan panjang kurang lebih 3 kilometer.

 

“Akibat jalan tersebut amblas sehingga mengakibatkan kemacetan kurang lebih 3 kilometer, dan kami berharap agar Pemerintah Kabupaten dan Provinsi segera turun tangan untuk memperbaiki akses tersebut “, harapannya.

 

Sekedar tambahan informasi bahwa kemacetan masing berlangsung hingga saat ini mulai dari pukul 7 pagi.

 

Reporter: Saenal Abidin

 

 

 

 

Tanggapi Berita Ini