Faktual. Net, Kendari. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang aman dan damai serta bebas dari konflik Suku, Agama dan Rasis (SARA) adalah harapan besar masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra), harapan ini disampaikan Arifuddin Bakri kepada media pada Selasa, 26/6/2018 di Kendari.
“Sebagai masyarakat, kami Cuma mengharapkan agar pemilihan kepala daerah di Sultra berjalan dengan aman dan damai, yang menang jangan berbangga diri, yang kalah menerima dengan lapang dada dan stop isu SARA” harap ketua DPD Pemuda Muhammadiyah Sultra ini.
Arif sapaan akrabnya menuturkan bahwa salah satu faktor penting penyebab gaduhnya pilkada apabila penyelenggara tidak netral. “Pilkada akan gaduh jika penyelenggara tidak menjaga netralitas dan independensinya” tutur mantan ketua Panwascam Kadia ini.
Dirinya mencontohkan Pilkada Kota Kendari 2017 yang dipenuhi dengan demonstrasi, cek per cek ada penyelenggara yang tidak netral dan terbukti dengan diberhentikannya yang bersangkutan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
“Coba lihat Pilwali tahun lalu, ribut, demonstrasi, ternyata ada anggota KPU Kendari yang tidak netral, buktinya diberhentikan sama DKPP” sebutnya.
Pria yang sehari-harinya aktif sebagai anggota Komisi Informasi Publik (KIP) Sultra ini, juga berpesan kepada masyarakat agar besok (27/6/2018) beramai-ramai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan hak pilihnya, pilih pemimpin sesuai nurani. “Agar besok beramai-ramailah ke TPS, jangan golput, silahkan memilih siapa saja sesuai nurani” tutupnya.
















