Faktual.Net, Sinjai, Sulsel – Tiga tahun memimpin Kabupaten Sinjai, Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) terus berkomitmen untuk merealisasikan program unggulan yang telah dicanangkan.
Dikutip dari berbagai sumber, Sama seperti pembangunan infrastruktur jembatan yang telah dibangun selama pemerintahannya. Sebanyak 7 jembatan terwujud tahun 2020 dan 6 jembatan di tahun ini,
Terkhusus ditahun 2020 dari 7 jembatan telah di bangun satu di antaranya sudah retak yang bertempat di Dusun Batu Leppa, desa gunung perak, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Jum’at (20/08/2021).
Berdasarkan informasi sempat dihimpun, bahwa bagian jembatan yang retak sering disebut Abutment merupakan bangunan yang berfungsi untuk mendukung bangunan atas dan juga sebagai dinding penahan tanah.
Bagian abutment terdiri dari : Dinding belakang (Back wall), Dinding penahan (Breast wall), Dinding sayap (Wing wallOprit / Plat injak (Approach slab),
Berfungsi Merupakan jalan pelengkap untuk masuk ke jembatan dengan kondisi disesuaikan agar mampu memberikan keamanan saat peralihan dari ruas jalan menuju jembatan.
Mengingat bahwa Jembatan permanen baru selesai di bangun pada tahun 2020, dengan habiskan dana sebanyak Rp. 9 Milyar dan bersumber dari DPD Dana Pinjaman Daerah.
Sekedar diketahui, Pembangunan Jembatan Paket 3 (Jembatan Ruas Batuleppa), Pekerjaan konstruksi, Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai Satuan Kerja Departemen Pekerjaan umum dan penataan ruang
Pagu Rp 9.666.549.000,00
HPS Rp 9.581.350.438,01 pelaksana CV. GEMILANG UTAMA
Bahkan Jembatan tersebut telah di resmikan, Oleh bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa , pada hari Jum’at (08/01/2021). Saat itu.
Berita Terkait:
Bupati Sinjai Resmikan Dua Jembatan.Soal Kresek Fee PDAM 10% Proyek Jembatan 20% Ini Hitungan ULP Sinjai, Akuratkah?
Merupakan penghubung Ruas jalan Gunung Perak – Balakia, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai Sulsel.
Bupati ASA, mengatakan, pembangunan jembatan yang telah dilakukan Pemkab Sinjai ini merupakan komitmen peningkatan infrastruktur di Kabupaten Sinjai.
Jembatan ini tidak lain diharapkan untuk membuka daerah terisolir dan memperlancar akses transportasi yang tujuannya untuk menggerakkan roda perekonomian warga itu sendiri.
“Tujuannya memang untuk membuka daerah terisolir, menghubungkan antara satu daerah ke daerah lain seperti antara Kecamatan, desa hingga antar Kabupaten”, ungkap Bupati ASA, Kamis (23/09/2021)
Infrastruktur jembatan ini juga kata Bupati ASA, sebagai upaya Pemkab Sinjai untuk bangkit dari pandemi Covid-19,
Salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya yang berada di pelosok.
“Hasil pertanian, peternakan dan perkebunan tentu dengan mudah diangkut, begitupun untuk memperpendek jarak tempuh warga,” jelasnya.
Terkait dengan adanya retaknya jembatan tersebut salah satu pengguna sempat dikonfirmasi, Anas mengatakan kalau lewat disitu jembatan goyang seperti orang naik perahu apalagi jika ada muatan.
“Kalau ada muatannya mobilku saya was was karena jembatan itu goyang seperti kita sedang naik perahu dilaut” ujar Anas sopir enam roda tersebut.
Disisi lain seperti yang dikutip, sebelumnya Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa, mengatakan bahwa, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengawasi pembangun.
Terutama di bidang infrastruktur yang menyasar hingga pelosok desa. Sabtu, (28/10/2020).
Sehingga, rekanan tidak akan menyelesaikan pekerjaan secara serampangan.
“Kalau ada yang ditemukan jalan retak-retak padahal baru dikerja, laporkan ke kami, kami akan memerintahkan dinas terkait untuk menindaklanjuti laporan masyarakat,” tegas Andi Seto.
Tahun 2020, Pemkab Sinjai menggelontorkan anggaran sekitar Rp 275,5 miliar untuk infrastruktur dan pemerataan wilayah.
Bagaimana kalau bagian struktur kontruksi jembatan yang baru di bangun ada ditemukan rusak/retak, seperti jembatan Batu Leppa, apakah tidak membahayakan pengguna jembatan, apakah rekanan tidak serampangan.?
Hingga berita ini diterbitkan pihak stakeholder belum berhasil dikonfirmasi (*)
Laporan: Sambar
















