Example floating
Example floating
Headline

Rekayasa Lalu Lintas Terapkan Penutupan U-Turn, Arus Jalan Raya Cacing Kembali Lancar

×

Rekayasa Lalu Lintas Terapkan Penutupan U-Turn, Arus Jalan Raya Cacing Kembali Lancar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Jakarta – Kamis, 23 Juli 2026 –  Untuk mengurai kemacetan akibat penumpukan truk besar dan truk kontainer yang menuju depo logistik di sepanjang Jalan Raya Cakung Cilincing atau yang dikenal Jalan Raya Cacing, Jakarta Timur, Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sejumlah putaran balik (U-turn). Hasilnya, arus kendaraan kini mulai bergerak lancar dan terkendali.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, menyampaikan hal tersebut usai meninjau langsung lokasi pada Rabu (22/7/2026) malam. Ia menjelaskan, kondisi lalu lintas di kedua arah—baik dari arah Cakung menuju Tanjung Priok maupun sebaliknya—sudah berangsur normal setelah penutupan sejumlah titik putaran balik diterapkan.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Alhamdulillah semua bisa teratasi. Sebelah kiri maupun kanan kondisinya sudah sangat lancar setelah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan penutupan U-turn di Cakung, Babek, dan JGC,” ujar Budi pada Kamis (23/7/2026).

Rekayasa mulai diberlakukan sekitar pukul 19.00 WIB, dan dampak positifnya mulai terlihat saat arus kendaraan mulai bergerak lancar sekitar pukul 19.30 WIB. Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan terus melanjutkan rekayasa ini sementara waktu untuk memastikan kondisi lalu lintas tetap terkendali dan berjalan lancar.

Baca Juga :  Seribu Hati Untuk Anak-anak Terdampak Pemenjaraan Orang Tua

Sebanyak 75 personel dikerahkan dalam penanganan ini, terdiri dari 30 personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, 30 personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, serta 15 personel dari tingkat provinsi yang disebar di titik-titik strategis. Selain mengatur arus jalan, petugas juga mengarahkan pengemudi truk yang mengantre menuju depo agar menunggu sementara di Terminal Tanah Merdeka.

Dijelaskan pula, kemacetan panjang ini dipicu penumpukan peti kemas di pelabuhan akibat tingginya volume impor yang tidak seimbang dengan aktivitas ekspor, sehingga antrean truk mengular hingga ke jalan raya. “Kami berharap kapasitas depo Pelindo dapat ditingkatkan dari 65 persen menjadi 75 hingga 80 persen agar tidak terjadi lagi penumpukan,” harap Budi.

Selain itu, pihaknya akan memanggil seluruh pengelola depo kontainer yang tersebar di tujuh lokasi Jakarta Timur dan 12 lokasi Jakarta Utara untuk menggelar rapat bersama. Tujuannya guna merumuskan solusi menyeluruh agar kemacetan di Jalan Raya Cacing tidak kembali terjadi.

Reporter: Baretha S.

Tanggapi Berita Ini