Example floating
Opini

Syadir Ali: Jangan Hanya Sibuk Mencari Rezeki, Belajarlah Memantaskan Diri

×

Syadir Ali: Jangan Hanya Sibuk Mencari Rezeki, Belajarlah Memantaskan Diri

Sebarkan artikel ini

FAKTUAL.net – Ada satu hal yang sering kali kita abaikan dalam perjuangan mencari dan mengumpulkan rezeki dari Allah.

Apa itu?

Ya, memantaskan diri.

Selama ini, kita sering kali terlalu sibuk mencari, mengejar, dan berusaha mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita bekerja lebih keras, mencari peluang baru, membangun usaha, memperluas jaringan, dan melakukan berbagai upaya agar kehidupan menjadi lebih baik.

Namun, pernahkah kita meluangkan waktu untuk bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menerima dan mengelola apa yang selama ini kita perjuangkan?

Mencari sesuatu dan mempersiapkan diri untuk memilikinya adalah dua hal yang berbeda.

Kita mungkin menginginkan penghasilan yang lebih besar, tetapi apakah kemampuan kita sudah berkembang untuk mengelolanya?

Kita mungkin menginginkan usaha yang lebih besar, tetapi apakah pengetahuan, kedisiplinan, dan tanggung jawab kita sudah siap untuk menjalankannya?

Kita mungkin berdoa agar diberikan kelapangan rezeki, tetapi apakah kita juga sudah belajar mengelola, menjaga, dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan selama ini?

Di sinilah pentingnya memantaskan diri.

Memantaskan diri bukan berarti merasa bahwa kita harus menjadi manusia sempurna terlebih dahulu agar Allah berkenan memberikan rezeki. Bukan pula berarti setiap orang yang belum berhasil adalah orang yang belum pantas menerimanya.

Rezeki adalah ketetapan Allah. Ada yang diberi kelapangan, ada yang diuji dengan keterbatasan. Ada yang memperoleh hasil dari usahanya dengan cepat, ada pula yang harus melalui perjalanan panjang.

Baca Juga :  Kalau Presiden Saja di Sadap, Bagaimana dengan Rakyat?

Kita tidak selalu mengetahui alasan di balik setiap ketetapan-Nya.

Namun, sebagai manusia, kita tetap memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki diri dan mengoptimalkan ikhtiar.

Jika menginginkan penghasilan yang lebih baik, tingkatkan kemampuan dan pengetahuan.

Jika menginginkan usaha yang berkembang, perbaiki cara mengelolanya.

Jika menginginkan kepercayaan yang lebih besar, bangunlah integritas dan tanggung jawab.

Jika menginginkan kehidupan yang lebih baik, jangan hanya memperbesar keinginan, tetapi tingkatkan pula kualitas diri.

Jangan sampai kita begitu sibuk meminta sesuatu yang lebih besar, tetapi tidak pernah berusaha memperbaiki cara kita mengelola apa yang sudah ada.

Ingat, memantaskan diri bukanlah cara untuk memaksa Allah mengabulkan setiap keinginan kita. Memantaskan diri adalah bentuk kesadaran bahwa kita harus terus bertumbuh, apa pun ketetapan Allah atas kehidupan kita.

Berusaha adalah kewajiban kita, sedangkan hasil akhirnya merupakan kehendak Allah.

Maka, jangan hanya sibuk mencari dan mengejar rezeki. Perbaiki diri, tingkatkan kemampuan, luruskan niat, bangun tanggung jawab, dan belajarlah mensyukuri setiap pemberian-Nya.

Dari ketinggian di atas pegunungan,

Bontolempangan, Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia

Jumat, 6/11/2026

Syadir Ali

Tanggapi Berita Ini