Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Seleksi Perangkat Desa Dinilai Tak Transparan, Warga Segel Kantor Desa Guali

×

Seleksi Perangkat Desa Dinilai Tak Transparan, Warga Segel Kantor Desa Guali

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Muna Barat — Puluhan warga Desa Guali, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara melakukan aksi demonstrasi terkait Dugaan seleksi perangkat desa yang tak transparan hingga menyegel kantor desa setempat, Senin (22/12/2025).

Terlihat dalam aksi tersebut, masa membawa spanduk bertuliskan “Tangkap Plt Kepala Desa dan Bendahara Desa Guali”

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Masyarakat menilai tindakan Plt Kades Guali mencerminkan ketidakseriusan dalam menyikapi tuntutan dan aspirasi rakyat. Padahal, masyarakat hanya meminta penjelasan terbuka dan kejelasan proses seleksi perangkat desa yang dinilai banyak kejanggalan.

Dalam orasinya Jendral Lapangan, Raja menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian warga terhadap tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan adil. Ia menekankan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui proses dan hasil seleksi perangkat desa secara transparan.

“Kami tidak datang untuk membuat keributan. Kami hanya meminta klarifikasi dan keterbukaan. Jika pemimpin desa memilih diam dan menghindar, maka wajar jika masyarakat merasa tidak dihargai,” tegas Raja.

Massa aksi juga mendesak pihak kecamatan agar segera turun tangan dan melakukan evaluasi terhadap kinerja PLT Kepala Desa Guali.

“Kami menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan penyelesaian yang adil sesuai aturan yang berlaku,” ucap salah satu orator.

Tak hanya masalah itu, masyarakat juga mempertanyakan mengapa Bendahara Desa yang diangkat saat ini merupakan Suami Mantan Bendahara sebelumnya yang notabenenya adalah Pelaku Korupsi Dana Desa walaupun telah melakukan pengembalian sebesar Rp,73.100.000.

“Seperti sudah tidak ada masyarakat yang bisa menjadi bendahara di desa, ini mengundang kecurigaan oleh masyarakat seperti ada yang mau di tutup-tutupi. Sementara itu ex Plt Kades Juiyati Korupsi 111.000.000 dan belum melakukan pengembalian,” ujar Raja.

Baca Juga :  Jalan Poros Sapaya–Malakaji Kian Memprihatinkan, Warga Dataran Tinggi Desak Perhatian Serius Pemerintah

Sementara itu, sekretaris panitia seleksi perangkat desa Andri, mengatakan awalnya seleksi perangkat desa disepakati oleh panitia akan diselenggarakan di desa dan sudah berkonsultasi kepada para dosen UTBM Muna Barat dan Guru-guru SMAN 2 Kusambi akan dilibatkan sebagai pembuat soal dan sudah bersurat untuk meminjam komputer SMAN 2 Kusambi untuk digunakan tes dan kepala sekolah sudah memberi izin untuk itu.

“Entah ada angin apa ketua panitia, Iwan kogualino tanpa berkoordinasi dengan panitia lain mengambil keputusan sendiri memindahkan tes tersebut ke kantor DPMD,” terang, Andri.

Andri merasa ada kejanggalan dengan dipindahkannya lokasi tes maka dia kabur keluar daerah untuk sementara waktu.

Masyarakat menduga Iwan kogualino selaku Plt kades saat ini berkolusi dengan bendahara untuk menutupi kasus terkait pengembalian dana yang dilakukan oleh eks bendahara.

Pasalnya dana yang dikembalikan oleh bendahara ke kas desa telah ditarik tanpa dasar apapun. “Seharusnya dana yang dikembalikan oleh ex bendahara menjadi silva tahun ini dan bisa di gunakan pada tahun depan,” pungkasnya.

Setelah menyampaikan aspirasi, massa aksi kecewa, Plt Kades tersebut alih-alih menemui masyarakat untuk mengklarifikasi terkait Seleksi perangkat desa yang dinilai tidak transparan, Plt Kepala Desa Guali justru terlihat duduk santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa. (Red).

 

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit