Faktual.net, Barru, Sulsel – 10 Juni 2025, Proyek pembangunan Masjid Raya Kabupaten Barru yang menelan anggaran papan kontrak hampir Rp24 miliar, dikerjakan oleh PT Tiara Teknik dan CV Baji Ruppa sebagai konsultan,dengan pelaksanaan kerja 207 hari, kini menjadi sorotan publik karena keterlambatan pengerjaannya.

Kontrak proyek ini seharusnya berakhir pada Desember 2024, namun hingga Juni 2025, pekerjaan masih jauh dari selesai. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan warga sekitar yang berharap Masjid Raya dapat segera digunakan sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan.
Sampai saat ini, Masjid Raya Barru belum bisa dimanfaatkan untuk shalat berjamaah karena belum selesai. dan atapnya belum jadi.
Papan proyek Pembangunan Mesjid Raya Barru yang terpampang di lokasi pembangunan menunjukkan bahwa proyek ini seharusnya menjadi prioritas,sumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) namun realisasi di lapangan tidak sesuai dengan harapan.
Warga berharap agar pihak terkait dapat mempercepat penyelesaian proyek pembangunan ini agar Masjid Raya Kabupaten Barru dapat segera digunakan sebagaimana mestinya.
Dengan anggaran yang tidak sedikit, bahkan sudah jadi prioritas anggaran pemerintah kabupaten Barru yang digunakan pembangunan Mesjid Raya Barru, keterlambatan proyek pembangunan Mesjid Raya Barru ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pengelolaan proyek dan komitmen pihak terkait dalam menyelesaikan proyek ini tepat waktu.
Reporter Harisman
















