
Faktual.Net, Batang, Jateng – Dugaan tindak kekerasan seksual yang menimpa seorang remaja berinisial NSN, warga Desa Surjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, mengundang perhatian masyarakat. Dalam laporan yang telah disampaikan kepada aparat penegak hukum, sosok yang disebut dalam dugaan tersebut adalah ZA, yang merupakan ayah kandung korban.
Bagi TN, ibu korban, kabar yang disampaikan putrinya menjadi pukulan berat yang sulit diterima. Perempuan yang selama bertahun-tahun bekerja di luar daerah demi memenuhi kebutuhan keluarga itu mengaku tidak pernah membayangkan harus menghadapi persoalan yang disebut melibatkan orang terdekat dalam kehidupan anaknya.
Disampaikan TN, Bahwa anaknya diduga telah menjadi korban kekerasan seksual yang tak lain dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri inisial ZA, pada saat dirinya masih berada di luar kota.
“Saya tau kejadian ini setelah kehadiran anak saya datang di tempat kerja di Tangerang. Anak menceritakan kepada saya, kenapa dirinya kabur dari rumah hingga menemui saya. Dia mengaku telah mendapat perlakuan tidak pantas dari ayahnya sendiri,” tuturnya.
“Saya berharap proses hukum berjalan dengan seadil-adilnya. Jika nantinya terbukti bersalah berdasarkan proses hukum yang berlaku, saya berharap pelaku dihukum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar TN, Minggu (14/6/2026).
Menurut TN, dugaan peristiwa tersebut terungkap setelah korban menyampaikan pengakuan kepadanya saat ia pulang ke kampung halaman. Berdasarkan cerita yang diterimanya, peristiwa itu diduga terjadi pada November 2024 ketika korban masih berusia 17 tahun dan berstatus sebagai seorang pelajar.
TN menuturkan bahwa selama ini dirinya bekerja di luar kota demi masa depan anak-anaknya. Karena itu, pengakuan yang disampaikan korban menjadi pukulan emosional yang mendalam bagi dirinya sebagai seorang ibu.
“Sebagai ibu, saya sangat terpukul. Saya bekerja bertahun-tahun untuk masa depan anak, tetapi sekarang yang saya pikirkan adalah bagaimana anak saya bisa mendapatkan keadilan, perlindungan, dan pendampingan untuk memulihkan kondisinya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini bukan hanya pada proses hukum, tetapi juga memastikan kondisi fisik dan psikologis anaknya tetap terjaga selama perkara berlangsung.
TN juga menyampaikan bahwa laporan terkait dugaan kasus tersebut telah disampaikan ke Polres Batang. Menurutnya, pihak keluarga telah dimintai keterangan oleh penyidik sebagai bagian dari proses penanganan perkara.
Kasus ini kini menunggu proses pendalaman oleh aparat penegak hukum. Sejumlah pihak berharap penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan guna mengungkap fakta yang sebenarnya sekaligus memberikan perlindungan maksimal kepada korban.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam laporan tersebut belum memberikan tanggapan resmi. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh keterangan dari semua pihak terkait.
Tim/Red















