Example floating
Example floating
Headline

Terpilih via Voting 40 RS se-Sultra, dr. Asridah Mukaddim Siapkan Tiga Komitmen Hadapi Tantangan UU Kesehatan

×

Terpilih via Voting 40 RS se-Sultra, dr. Asridah Mukaddim Siapkan Tiga Komitmen Hadapi Tantangan UU Kesehatan

Sebarkan artikel ini
dr. Asridah Mukaddim, M.Kes. Foto: Ist.
Example 468x60

Faktual.Net, Kendari — Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Sulawesi Tenggara resmi memulai babak baru. Dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-2 PERSI Sultra yang berlangsung sukses di Kendari, dr. Asridah Mukaddim, M.Kes secara resmi terpilih untuk menakhodai organisasi ini untuk periode 2026-2030.

Melalui proses pemungutan suara (voting) yang diikuti oleh perwakilan 40 rumah sakit se-Sultra, dr. Asridah berhasil mendapat mandat penuh untuk memimpin PERSI Sultra.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Dalam sambutan perdananya, dr. Asridah menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi industri rumah sakit ke depan tidaklah ringan. Implementasi UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023, arus transformasi digital kesehatan, integrasi layanan primer, hingga tekanan klaim BPJS untuk penyakit katastropik menuntut seluruh rumah sakit di Sultra untuk bergerak cepat berbenah diri.

Untuk menjawab tantangan tersebut, dr. Asridah mengusung tiga komitmen strategis yang akan menjadi pilar kerja pengurus PERSI Sultra selama empat tahun ke depan:

1. Rumah Sakit Kuat, Pelayanan Bermutu
PERSI Sultra berkomitmen mendorong seluruh rumah sakit anggota untuk segera meraih akreditasi. Pembinaan dan sosialisasi berkala mengenai mutu layanan serta keselamatan pasien (patient safety) akan digencarkan. “Mutu bukan beban, tetapi investasi kepercayaan pasien,” tegas dr. Asridah.

2. Kolaborasi dan Advokasi Kuat
Menjadikan PERSI sebagai ‘rumah bersama’, kepengurusan baru ini akan memperkuat dialog dengan PERSI Pusat untuk mendorong advokasi ke tingkat kementerian dan BPJS agar regulasi yang lahir lebih berpihak pada keberlangsungan rumah sakit. Di tingkat lokal, PERSI Sultra akan aktif melakukan advokasi kepada pengambil kebijakan di daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) guna pemenuhan sarana dan prasarana rumah sakit yang memadai.

Baca Juga :  PT MPM Tegaskan Tak Pernah Wanprestasi dalam Pengelolaan Pelabuhan Umum Jetty Meulaboh

3. SDM Kompeten dan Berdaya Saing
Peningkatan kapasitas para stakeholder rumah sakit, manajer mutu, komite-komite klinis, hingga staf terkait coding INA-CBG akan menjadi prioritas melalui serangkaian pelatihan yang mengacu pada standar akreditasi. “Rumah sakit hanya bisa maju jika SDM-nya maju dan ditunjang oleh sarana yang memadai,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, dr. Asridah menekankan pentingnya kerja kolektif dan sinergi dari seluruh elemen kesehatan di Sulawesi Tenggara. Beliau menyadari bahwa tanggung jawab besar ini tidak bisa dijalankan secara sepihak.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya sangat mengharapkan dukungan penuh dari seluruh pengurus, para direktur rumah sakit, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan. Mari kita jadikan PERSI Wilayah Sultra sebagai motor penggerak rumah sakit yang mandiri, melayani, dan berkeadilan demi kesehatan masyarakat Sultra yang lebih baik,” pungkas dr. Asridah.

Acara Muswil ke-2 ini turut dihadiri dan dibuka secara daring oleh Ketua Umum PERSI Pusat yang diwakili oleh Wakil Ketua 1, dr. R. Koesmedi Priharto, Sp.OT., FICS., FAPOA., M.Kes., serta dihadiri secara langsung oleh Ketua Kompartemen HAMO PERSI Pusat, Bapak Uud Cahyono, SH., MARS., CLA selaku utusan dan narasumber, jajaran MAKERSI Sultra, serta para Direktur Rumah Sakit se-Sulawesi Tenggara baik secara daring maupun luring. (red).

Tanggapi Berita Ini