Faktual.Net, Konawe, Sultra. Kabupaten Konawe sebagai salah satu penerima hibah Program Rural Empowerment and Agricultural Scaling Up (READSI) di Provinsi Sulawesi Tenggara sejak tahun 2019, telah menjalankan berbagai kegiatannya di 18 Desa yang tersebar di Kabupaten Konawe.
Kegiatan tersebut antara lain: Sekolah Lapang (SL) bagi petani, distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan), pembentukan kelompok simpan pinjam, serta pemberdayaan aktivitas non pertanian.
Sebagai bentuk evaluasi aktivitas selama satu tahun, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Konawe, selaku executive agency Program READSI, menggelar rapat tahunan dengan menghadirkan berbagai stakeholder di Kabupaten Konawe, yang bertujuan untuk menyampaikan progres sekaligus mengevaluasi hasil pelaksanaan kegiatan selama satu tahun terakhir. Bertempat di salah satu warkop, di Unaaha, Selasa (29/12/2020).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinan, SP., MH dalam pembukaannya, ia mengigatkan kepada para stakeholder bahwa salah satu instrument penting penggerak pembangunan di daerah adalah memaksimalkan sumber daya lokal, seperti padi, ternak, dan perikanan, yang selama ini luput dari hitungan ekonomi.
“Sektor pertanian itu kalau dikonversi nilainya kira-kira berapa pertahun, padi itu setelah saya hitung-hitung dikonversi bisa kurang lebih 300 ribu ton, yah 285 ribu ton kalau dikonversi ke beras, dan kalau dikonversi ke uang itu kurang lebih 1,5 trilyun, jadi uang yang beredar di petani sawah kita itu kita tidak sadar itu yang beredar di masyarakat, karena kita tidak pernah hitung, tapi kalau kita hitung dari produksi itu bisa kita hitung, olehnya itu pertumbuhan ekonomi diukur dari belanja masyarakat,” urai Sekda Konawe, Dr. Ferdinand, SP., MH.
Program READSI merupakan program yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kemiskinan petani, melalui kegiatan pemberdayaan dan pemanfaatan sumberdaya pedesaan, meliputi pembangunan pertanian, perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat serta pengembangan keuangan mikro pedesaan, guna meningkatkan pendapatan di sektor pertanian secara berkelanjutan.
Mekanisme pembiayaan hibah Program READSI di Kabupaten Konawe merujuk pada surat Menteri Keuangan No. S-499/MK.7/2018 tanggal 19 November 2018 perihal Penetapan Pemberian Hibah Daerah antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Konawe, untuk Hibah Program READSI No.PHD-38/MK.7/2018 tanggal 28 Desember 2018. Adapun mekanisme anggaranya adalah melalui system reimbers, sebagaimana dilaporkan oleh Manager READSI Kabupaten Konawe, Muh. Yassir Arafat, SP., MP.
“Dari sisi realisasi anggaran sudah terpakai kurang lebih tiga milyar, jadi masih ada kurang lebih tujuh milyar yang harus kita upayakan bisa kita serap untuk selama paling tidak dua tahun di 2021-2022, untuk 2021 kita sudah ancar-ancar kembali kurang lebih 15 milyar, itu juga sudah kita komunikasi dengan teman-teman di BPKAD, jadi mekanismenya nanti tetap recycle isi ulang-isi ulang, cuma nanti kita akan atur berapa besarannya supaya nanti akhir tahun bisa total 15 milyar yang bisa kita serap. Terkait kegiatan kita tahun ini, ini merupakan pertemuan tahunan yang tujuannya untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang sudah berjalan sekaligus merancang atau persiapan kegiatan tahun 2021,” ungkap Manager READSI Kabupaten Konawe, Muh. Yassir Arafat, SP., MP.
Program READSI di Sultra, selain di Kabupaten Konawe, juga berjalan di Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara, dengan melibatkan instansi tehnis, di tingkat Provinsi yaitu Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, sementara di kabupaten khusunya Kabupaten Konawe melibatkan instansi Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP).
Turut hadir dalam rapat tahunan memberikan evaluasi, yaitu Tenaga Ahli READSI Provinsi Sultra Aisa Rauf, dalam evaluasinya ia menyampaikan bahwa Program READSI di Konawe khususnya kegiatan fasilitasi promosi kesehatan dan isu stunting sudah terlaksana secara baik, meskipun masih ada beberapa kegiatan yang masih harus digenjot implementasinya di tingkat lapangan, dimana peran Fasilitator Desa sangat dibutuhkan untuk menggerakkan semangat masyarakat di beberapa kegiatan tersebut.
“Baru beberapa persen yang tercapai peningkatan pengolahan hasil pertaniannya, pembentukan dan penguatan kelpmpok simpan pinjam yang sangat minim, jadi minta tolong FD-nya menggerakan kembali masyarakat lewat pertemuan rutin bulanan, ketika ada pertemuan rutin bulanan mungkin bisa bersama-sama ibu desa, difasilitasi juga minta bantuan ibu desa. Pertemuan bulanan itu disitulah pintu masuk untuk mengadakan semua kegiatan di tingkat desa, fasilitasi promosi kesehatan gisi keluarga dan isu stunting, alhamdulillah di Konawe sudah bagus terlaksananya, terus memfasilitasi pengembangan system pasokan dan pasar ini sedang dirancang untuk tahun 2021 sehingga di desa-desa yang sudah mempunyai komoditi atau hasil-hasil pertanian itu bisa dicarikan pasarnya,” ungkap Aisa Rauf.
Peserta rapat tahunan Program READSI ini, dihadiri pula perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lingkup Kabupaten Konawe, yaitu Kadis TPHP Kabupaten Konawe, Kadis Ketahahan Pangan, Kepala Bappeda, Kadis Kesehatan, dan Kepala Desa lokasi Program READSI, serta Konsultan Kabupaten dan Fasilitator Desa.
Reporter : Wa Ode Deli Yusniati
















