Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaEdukasiHeadlineInspirasiNasional

Forum Group Diskusi pada Pelantikan DPD Pewarna DKI Jakarta

29
×

Forum Group Diskusi pada Pelantikan DPD Pewarna DKI Jakarta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Maju Dalam Berkaya, Di Tengah Pergumulan Bangsa Yang Beragam Agama,Suku dan Budaya

Foto bersama dgn Narasumber FGD

Faktual.Net,Jakarta- pelantikan DPD Pewarna DKI Jakarta yang dilangsungkan di gedung Yayasan Komunikasi Indonesia jalan Salemba Raya No 10A Jakarta Timur, dirangkai dengan menggelar Focus Group Discution(FGD).

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

para nara sumber dari berbagai latar belakang yang berwarna yaitu, Dr. ML Denny Tewu seorang akademi yang sekaligus wakil Rektor UKI( Universitas Kristen Indinesia), Said Damanik, SH, MH praktisi hukum juga sekretrais umum Dewan Kehormatan Peradi, Waode Herlina anggota DPRD DKI Jakarta dari PDI Perjuangan, Elsye Christin Nayoan pendiri GMDN(Garda Mencegah Daripada Mengobati) suatu lembaga yang konsen dalam menumpas narkoba, Sandi Situngkir senior GMKI, Abraham Dodi Pelokila Wakil dari Senkrisindo lembaga yang segera di deklarasikan, serta Mawardin Zega sekjen Majelis Umat Kristen Indonesia(Muki).

Dalam FGD yang dipandu Jojo Rahardjo Ketua I DPP Pewarna yang juga pernah terlibat dalam Kantor Staf Presiden bagian media.

Peran jurnalis Nasrani dalam menjaga keberagaman Agama di DKI Jakarta, pembahasan diskusi masih terjadi Intoleransi antar umat beragama dan Juga sesama agama, selaras dengan tema Pewarna Indonesia “BERKARYA DALAM WARNA PERGUMULAN BANGSA”.
Narasumber FGD dari berbagai Organisasi dan ilmu akademis

Tanggapan dari Dr. ML Denny Tewu seorang akademis yang juga wakil Rektor UKI( Universitas Kristen Indinesia), ada nilai-nilai yang sama untuk dihadapi dalam menghalau perbedaan yang kuat yang masih ada ditengah masyarakat, baik itu sesama umat atau organisasi.

“saya senang ada perkumpulan jurnalis nasrani dan berharap persatuan wartawan nasrani(pewarna) mau mengeksplor nilai-nilai keadilan dan kebenaran, walau tidak mudah tapi bukan tidak bisa, ingatlah pembalasan kejahatan ada ditangan Tuhan tapi memperjuangkan keadilan ada ditangan kepemerintahan, disinilah peran pewarna untuk mengedukasinya” ucap Denny Tewu.

Elsye Christin Nayoan pendiri GMDN(Garda Mencegah Daripada Mengobati) suatu lembaga yang konsen dalam menumpas narkoba, mengutarakan bahwa peranan pewarta nasrani harus mau mengambil bagian dalam pencegahan dan mengobati rasa dari dampak intoleran di DKI Jakarta Khususnya, dan Indonesia umunya dengan merawat keberagaman untuk membangun kepedulian antar sesama umat.

“membangun kepedulian dengan penyuluhan arti keberagaman sesuai kemampuan, untuk dapat menyatukan persepsi yang baik dan tepat sasaran”.
Kata elsye

Said Damanik, SH, MH praktisi hukum juga sekretrais umum Dewan Kehormatan Peradi, menilai bahwa Indonesia adalah negara hukum, dan harus diakui Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum yang disepakati oleh pendiri-pendiri bangsa. Dan juga diakui oleh Bangsa lain bahwa Indonesia Negara ke tiga di dunia yang Demokratis, dengan landasan ini sudah sepatutnya tidak ada lagi intoleransi di Negara ini.

Said Damanik menambahkan, Indonesia Negara hukum, jangan takut dan khawatir untuk menyampaikan apapun secara terbuka tetapi dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“jurnalis Pewarna tetap menambah wawasan dan selalu belajar, mengikuti perkembangan IT(informasi tekhnologi) dan hati-hati menggunankan IT,” akhir said Damanik

Sementara itu Abraham Dodi Pelokila Wakil dari Senkrisindo lembaga yang segera di deklarasikan, mengutarakan jika intoleransi masih saja terjadi di NKRI maka kemungkinan besar dua puluh tahun kedepan NKRI akan menjadi Negara yang berkeping-keping, maka dibutuhkan pemerataan di berbagai aspek.

“yang dibutuhkan saat ini adalah orang-orang atau organisasi yang mau menyuarakan pergerakan kesatuan keberagaman beragama dan berbangsa,” harap Abraham.

serta Mawardin Zega sekjen Majelis Umat Kristen Indonesia(Muki), perspektifnya mengatakan bahwa intoleran dapat memecah belah kesatuan dan persatuan yang sangat mudah untuk disusupi negara-negara yang menginginkan kehancuran Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“saya berharap Pewarna berani menyuarakan kebenaran bahwa hak dan kewajian rakyat di Republik ini sama, dan bisa berjalan bersama membangun Bangsa ini tanpa ada intoleransi sesama umat,” kata Mawardin Zega.

Waode Herlina anggota DPRD DKI Jakarta dari PDI Perjuangan menegaskan, bahwa memahami perbedaan dan keberagaman adalah puncak kesadaran agar dapat bersama-sama mengikis berbagai kemiskinan di DKI Jakarta. Kemiskinan dalam hal ini tidak hanya berpaku kepada kemiskinan materi. Tapi kemiskinan pelayanan kesehatan dan juga kemiskinan pendidikan.

“Kita harus menyadari, harus sadar menerima keberagaman. Ayo bagaimana caranya, kita turun sama-sama, gotong royong bagaimana supaya sosialisasi terus menerus dilakukan bahwa memahami perbedaan itu adalah puncak kesadaran di DKI Jakarta supaya kita bersama-sama dapat mengikis kemiskinan teman-teman kita”. tukasnya

Sandi Situngkir dari senior GMKI, menyampaikan perspektifnya, bahwa di Republik ini hampir kehilangan simbol-simbol kebenaran dan kebaikan, karena dorongan kebutuhan hidup. Dan nyaris semua Pemangku jabatan selingkuh dengan propesinya masing-masing, hingga tidak dapat untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan.

Sandy mengatakan, saat ini harapannya hanya di rekan wartawan, khusus Pewarna untuk dapat menyuarakan dan mengerjakan simbol kebenaran dan kebaikan itu, selama wartawannya juga tidak berselingkuh dengan propesinya.

“cari dan kawal kawan yang baik dan mau serta mampu mengatakan dan menegakkan kebenaran,” ujar sandi.(zul)

Tanggapi Berita Ini
Baca Juga :  Cegah Kebocoran PAD, DPRD Tidore Desak Penataan Total Pelabuhan Ferry Galala