Faktual.Net, Mubar, Sultra — Kembali terjadi pembusuran dan pengeroyokan di Desa Laworo Kecamatan Tikep, Kabupaten Muna Barat (Mubar), dua Korban La Takdir dan Eman, berharap agar pelaku yang berasal dari warga Desa Wandoke terduga berinsial (AND), cepat ditangkap dan di adili sesuai Hukum yang berlaku.
Eman sebagai korban pembusuran, menjelaskan kronologis kejadian tersebut yang ditikam sekaligus dibusur, awalnya saudara Jeklin (Teman korban) yang lagi lulo padahal mereka saling tatap dengan pelaku (AND) itu langsung keluar dan menggertak La Ima (Teman Korban). “Kenapa mereka liat liat” kata pelaku. Tapi setelah itu sala satu dari mereka langsung kearah La Jeklin dan pisaunya sudah di cabut .
“Karna saya liat makanya langsung tendang pisau itu di tangannya, tapi dia langsung serang saya pake pisau, terus sepupuku La Takdir langsung teriaki mereka bersamaan dengan itu saya langsung di kena busur. Kejadian tersebut tidak di tau sama La Takdir (Sepupu Korban) bahwa saya sudah di kena busur. Setaunya dia tidak ada yang kenapa – kenapa anggotanya kita tapi pas dia keluar dari tenda dan melihat saya sudah di kena busur,” tutur Eman, Selasa 16/03/2021.
“Setelah saya sudah tidak berdaya dia suruh teman-teman yang lain untuk langsung bawa saya di bawa ke rumah sakit Muna Barat,” imbuhnya lagi.
Dia juga menjelaskan, setibah keluar dari rumah sakit La Takdir ambil motorku bersama La jeklin dan tiba-tiba pukulan mendarat lagi di bagian rahangnya.
“Takdir sebagai korban, melihatnya sudah di pukul, dia langsung turun dari motor dan melarang mereka untuk melakukan pengeroyokan dan menghambur mereka, tapi karena mereka banyak makanya La Takdir di hajar habis habisan sama mereka,” kata Eman saksi sekaligus korban.
Sementara itu Kais sebagai saksi juga sebut La aco nyalakan motornya dan langsung gass motornya ke rumah sakit, saat La Takdir di hajar dan di hantamkan reng di bagian kepalanya.
“Dia senter sambil teriaki pelaku untuk berhenti mengeroyok katanya jangan. Setelah itu la takdir langsung lari menghindari mereka dan kejadiannya sekitar jam 12 lewat 15 menit pada saat mereka sudah menghindar dari pembusuran dan pengeroyokan tersebut,” ungkap Kais.
Korban pembusuran bernama La Eman (16), yang masih bersekolah di bangku SMA kelas 3, tidak mampu ditangani oleh pihak rumah sakit Muna Barat dan langsung di larikan di rumah sakit Kota Baubau, pada saat waktu subuh melalui penyebrangan Wamengkoli.
Saat ini korban dirujuk dan akan di lakukan proses operasi untuk mencabut busur yang tertanam dibawah ketiaknya.
“Korban masih harus mendapatkan perawatan karena masih mengalami benjolan bagian kepala, di atas telinga, pipi bagian kanan dan memar bagian punggung dan belakang akibat pengeroyokan yang membabi buta,” ucap Rasmin pihak korban.
Korban penganiyaan berharap kasus ini ditindaklanjuti oleh penegak hukum untuk segera di adili sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Harapan saya pihak kepolisian dari Polsek Tikep segera bertindak dengan cepat dan jangan sekali kali melakukan pembiaran apa lagi mencoba bermain-main terhadap pelaku pembusuran dan pengeroyokan agar bisa di berikan sangsi dan hukuman sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkas Takdir korban pengeroyokan.
Untuk diketahui, Korban bernama Takdir dari Desa Maperaha, telah melaporkan kejadian tersebut di Polsek Tikep yang di terimah oleh Diyan Susianto pangkat brigadir anggota jaga regu II Polsek Tikep atas tindakan pengeroyokan dan penganiayaan yang di lakukan oleh Pelaku berinisial (AND) dari Desa Wandoke, yang terjadi pada hari Selasa Tanggal 16 Maret 2021 sekitar pukul 24.15 Wita.
Reporter: Kariadi














