faktual.net,Makassar,Sulsel – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menorehkan prestasi dengan memperoleh kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk dalam pilot project nasional pengembangan pembelajaran transformatif. Jum’at (31/7/2026)
Penunjukan tersebut menjadi bukti bahwa UNM dinilai memiliki kapasitas dan komitmen dalam mendorong transformasi sistem pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan relevan dengan tantangan perkembangan zaman. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, tetapi juga memperkuat daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Guru Besar UNM, Prof. Andi Aslinda, menyampaikan harapannya agar momentum ini mampu menjadi titik awal lahirnya berbagai inovasi pembelajaran yang berkelanjutan. Menurutnya, implementasi pembelajaran transformatif harus mampu mendorong peningkatan kualitas dosen sebagai ujung tombak pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat budaya akademik yang unggul.
“Kepercayaan yang diberikan Kemendiktisaintek merupakan peluang besar bagi UNM untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai perguruan tinggi yang mampu menjadi contoh dalam pengembangan pembelajaran transformatif. Program ini harus dijalankan secara konsisten sehingga mampu meningkatkan kompetensi dosen, memperkuat kualitas pembelajaran, dan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi dinamika dunia kerja maupun kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Andi Aslinda.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari pelaksanaannya semata, tetapi juga dari dampak nyata yang mampu dirasakan oleh mahasiswa, dosen, serta masyarakat luas. Oleh karena itu, seluruh inovasi yang dihasilkan perlu diintegrasikan ke dalam sistem pembelajaran secara berkesinambungan agar menjadi bagian dari budaya akademik UNM.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi, menyambut baik kepercayaan yang diberikan Kemendiktisaintek. Menurutnya, penunjukan UNM sebagai bagian dari pilot project nasional merupakan amanah besar yang harus dijawab melalui kerja sama seluruh sivitas akademika.
“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UNM untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan maupun masyarakat,” ungkap Prof. Farida.
Ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi memerlukan sinergi seluruh elemen kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga mitra strategis. Dengan kolaborasi yang kuat, UNM optimistis mampu menghadirkan model pembelajaran yang lebih modern, berpusat pada mahasiswa, berbasis teknologi, serta mendukung pengembangan karakter dan kompetensi abad ke-21.
Program pembelajaran transformatif yang diinisiasi Kemendiktisaintek sendiri diharapkan menjadi salah satu strategi nasional dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, serta berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.
Dengan masuknya UNM dalam program strategis tersebut, publik menaruh harapan besar agar kampus yang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di kawasan timur Indonesia ini mampu menjadi pusat rujukan nasional dalam implementasi pembelajaran transformatif, sekaligus melahirkan dosen-dosen yang semakin profesional, inovatif, dan berdaya saing global
Reporter : Udin















