Faktual.Net, Batang, Jateng – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pengentasan rumah tidak layak huni melalui perluasan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di berbagai daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Maruarar saat menghadiri peresmian akad massal 62.710 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).
Maruarar mengungkapkan, pemerintah terus meningkatkan alokasi BSPS berdasarkan kebutuhan masyarakat serta kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program.
“Tahun lalu Kabupaten Batang belum memperoleh alokasi BSPS. Tahun ini kami meningkatkan menjadi 1.000 unit setelah melihat kebutuhan di lapangan dan kesiapan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan Kabupaten Brebes yang mengalami peningkatan signifikan, dari hanya 20 unit BSPS pada 2025 menjadi 1.500 unit pada 2026.
Menurut Maruarar, peningkatan alokasi tersebut merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di sisi lain, Kementerian PKP juga terus mengembangkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebagai instrumen pembiayaan untuk memperkuat sektor perumahan nasional.
“Provinsi Jawa Tengah saat ini menjadi daerah dengan penyaluran KUR Perumahan tertinggi di Indonesia. Capaian ini merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat,” jelasnya.
Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak, khususnya sektor perbankan, yang dinilai berperan besar dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.
Maruarar juga mengajak seluruh kepala daerah untuk terus mendukung berbagai program prioritas di sektor perumahan, mulai dari pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pembangunan rumah susun, penataan kawasan kumuh, hingga pengembangan skema pembiayaan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan perumahan di Kabupaten Batang.
“Terima kasih kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Bapak Maruarar Sirait, atas alokasi 1.000 unit Program BSPS untuk Kabupaten Batang tahun ini. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni,” katanya.
Program BSPS merupakan salah satu program pemerintah yang memberikan bantuan stimulan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk meningkatkan kualitas rumah agar memenuhi standar rumah layak huni.
Melalui peningkatan alokasi tersebut, pemerintah berharap semakin banyak keluarga dapat menikmati hunian yang aman, sehat, dan layak, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
#Niko














