oleh

Posko Mudik Lebaran Dijaga Ketat, Ayo KeSinjai Wisata Tetap Buka

Faktual.Net, Sinjai, Sulsel – Posko utama yang didirikan dibeberapa perbatasan di Kabupaten Sinjai untuk melakukan penyekatan arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan telah beroperasi,  Senin (03/05/2021).

Hal tersebut, posko tersebut masih melakukan tahap sosialisasi kepada pengendara yang melintas. Seperti di posko perbatasan Kabupaten Sinjai-Bone dan Perbatasan Kabupaten Sinjai-Bulukumba.

Dikutip berbagai sumber dari pantauan wartawan faktual.net, bahwa posko tersebut dijaga ketat puluhan dari gabungan petugas dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, BPBD, Dinas Kesehatan.

Sementara dalam situs resmi Pemda Sinjai, “#Ayo KeSinjai” wisata tetap di buka. Salah satu contoh postingannya. di media sosial, seperti Facebook, kalimat berisi ajakan.

Berikut kutipannya:

“Sobat #AyoKeSinjai, Tetap dibukanya objek wisata hanya khusus untuk wisatawan lokal saat libur Lebaran dipandang perlu agar ekonomi tetap berputar di tengah larangan mudik bagi masyarakat. Namun tempat wisata yang hanya menyediakan fasilitas kolam renang, terpaksa kami akan tutup karena penularan virus #Corona melalui cairan / droplet seperti air liur atau ludah. Untuk lebih jelasnya, mimin akan mempublish beberapa informasi terkait tetap dibukanya tempat wisata untuk wisatawan lokal. Jadi Jangan mudik dulu yaa Sobat, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di kampung halaman.Kita harus selalu waspada dan jaga kebersihan diri kita. Cuci tangan dengan baik dan benar secara berkala, tempat wisata yang buka wajib mematuhi protokol Kesehatan guna menekan kasus Covid-19, termasuk pembatasan pengunjung harus di jaga. Pada intinya yg nomor 1 itu adalah menerapkan protokol kesehatan. Semoga dapat dipahami secara bijaksana.

📍 Lokasi : Pulau Larea rea, Pulau Sembilan.”

Ket: Screenshot

Dari kutipan tersebut postingan tersebut muncul perntanyaan pihak seperti “Wisata tetap buka apakah ini ada jaminan terhadap pengunjung tidak positif Covid-19” salah satu bentuk pertanyaan.

Berita terkait :  https://faktual.net/dilarang-mudik-ayo-kesinjai-terkenal-wisatanya/

Sedangkan disisi lain, Koordinator Posko Perbatasan Sinjai-Bone, AKB Fredy Nalle menerangkan, posko penyekatan mudik terlebih dahulu dilakukan tahap sosialisasi mulai tanggal 1-5 Mei 2021. Nantinya, pada tanggal 6-17 Mei penyekatan (pelarangan) mudik mulai diberlakukan.

“Jadi di tanggal 6 Mei dilakukan penyekatan dari warga yang melintas dari arah Bone ke Kabupaten Sinjai,” ujar Kapolsek Sinjai Utara ini saat ditemui di Posko Bonto, Senin siang (03/05/2021).

Dia menegaskan, bahwa tidak ada celah bagi siapapun yang hendak mudik pada tanggal yang telah ditetapkan.

“Bagi pengendara dan pengemudi diminta untuk memperlihatkan surat tugas, apabila ada masyarakat atau pemudik yang tidak memberikan alasan yang jelas, maka akan diminta putar balik,” tegasnya.

dia berharap kepada masyarakat Kabupaten Sinjai agar memberikan informasi kepada keluarganya yang berada di luar kabupaten agar tidak melaksanakan mudik.

Mengingat kata dia, kasus Covid-19 di Sinjai dan Indonesia pada umumnya masih sangat tinggi.

“Berkaca pada kasus yang ada di India, itu sangat mingiris hati sehingga kita menghimbau kepada warga untuk menahan atau menunda mudik dulu,” tandasnya.

Di katakan sebelumnya, Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) dengan berat hati mengimbau warga Sinjai yang sedang berada di perantauan untuk tidak mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah tahun 2021. Sebab mengingat kondisi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir, ini penyakit menular yang sumbernya melalui transportasi antar manusia. Kita punya harapan dengan kebesaran hati, sabar dan keikhlasan masyarakat Sinjai terkhusus yang berada di perantauan untuk tidak mudik dulu tahun ini,” tutupnya.

Berita ini di terbitkan pihak terkait belum berhasil di konfirmasi.

Editor: Dzul

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Tajuk Berita