Faktual.net, Gowa, Sulawesi Selatan – Konsep “Presisi” Kepolisian masa depan yang gencar disosialisasikan Kapolri tak sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Buktinya salah satu contoh yang diperlihatkan Kanit Reskrim Polsek Bungaya saat dikonfirmasi awak media terkait penyitaan ratusan botol miras di Kecamatan Bontolempangan baru-baru ini.
Kanit reskrim Polsek Bungaya dinilai alergi dengan awak media Faktual.net dengan melakukan pemblokiran nomor WhatsApp saat melakukan konfirmasi pada hari Senin tanggal 3/05/2021.
Sejalan dengan apa yang disampaikan Kapolri tentang konsep Presisi tersebut, tentunya harus dijalankan dan dilaksanakan oleh seluruh anggota Kepolisian RI tanpa terkecuali. Presisi adalah singkatan dari prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan.
Kendati demikian, untuk poin transparansi dan berkeadilan pada konsep Kapolri tersebut, sepertinya masih menjadi kendala bagi oknum Kanit Reskrim di jajaran Polsek Bungaya, Kabupaten Gowa.
Untuk keseimbangan pemberitaan, wartawan media Faktual.net tetap melakukan konfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Bungaya terkait penyitaan minuman keras (miras) baru-baru ini.
Sementara itu Kapolres Gowa AKBP Budi Susanto saat di Komfirmasi perihal Kanit Reskrim Polsek Bungaya yang memblokir nomor wartawan mengatakan, Terimakasih untuk apresiasi nya Kepada Kami, nanti saya akan tegur yang bersangkutan.
“Nanti saya yang akan tegur langsung Kanit Res nya, karena Polri dan Media itu adalah mitra. Komunikasi yang baik adalah kunci utamanya sebagai jalan informasi”, ucap Kapolres Gowa.
Reporter : Abidin Sang Penaklukh
















