Oleh: Muhammad Ilham Hidayat
Faktual.Net, Kendari — Tanpa kita sadari, kerusakan lingkungan di Indonesia ini semakin menjadi-jadi. Sama halnya dengan sumber daya alam di Indonesia juga tidak terjaga karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.
Setiap tahunnya banyak bencana alam yang terjadi di negeri kita tercinta ini. Lingkungan hidup manusia rusak dan tercemar. Tanah warisan leluhur gagal untuk menjadi kebanggaan generasi mendatang.
Kerusakan lingkungan berawal dari pencemaran yang tidak dipedulikan dan terjadi dalam jangka waktu yang lama. Pencemaran lingkungan terbagi menjadi 3 bagian diantaranya pencemaran udara, pencemaran air, dan pencemaran tanah. Pencemaran udara terjadi karena asap kendaraan dan asap dari pabrik-pabrik, adapun pencemaran air terjadi dikarenakan pembuangan limbah dan sampah sembarangan, sedangkan pencemaran tanah terjadi karena penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang berlebih.
Banyak faktor yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan alam Indonesia. Dari ulah manusia yang hanya mengambil keuntungan seperti penebangan hutan, pertambangan, dan lain-lain. Karena keegoisan manusia yang hanya mementingkan egonya sendiri, masyarakat yang terkena imbasnya.
Adapula rekapan data yang penulis dapatkan dari databooks, menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat 3.531 peristiwa bencana alam di Indonesia sepanjang 2022. Melihat dari data tersebut faktor terbesar yang menyebabkan bencana alam adalah ulah manusia. Banjir akibat dari buang sampah sembarangan, penebangan hutan secara liar, kurangnya, dan masih banyak faktor lain.
Dalam menjaga lingkungan juga telah diatur oleh undang-undang nomor 32 tahun 2009 dengan judul undang-undang tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Berdasarkan UU yang telah ditetapkan oleh pemerintah sudah menjadi kewajiban untuk mengelola dan menjaga serta melestarikan lingkungan warisan leluhur.
Dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41, pada ayat tersebut juga menjelaskan bahwasanya kerusakan di muka bumi ini terjadi karea perbuatan manusia. Dan Allah memerintahkan kepada hambanya agar menyadari perbuatan mereka.
Dalam penggalan ayat tersebut juga sudah jelas bahwasanya kita harus menjaga lingkungan kita. Warisan leluhur bangsa Indonesia merupakan kekayaan alam.
Alam Indonesia juga berkaitan dengan lingkungan hidup masyarakat. Warisan leluhur ini sudah seharusnya tetap dijaga oleh bangsanya. Tetapi melihat zaman modern ini, warisan tersebut malah terancam oleh penerusnya. Generasi muda yang menuruti egonya untuk memanfaatkan kekayaan alam Indonesia dan tidak memperhatikan akibat dari perbuatannya.
Melihat kerusakan linkungan yang terjadi di Indonesia sudah sangatlah parah. Dengan melihat banyaknya bencana alam yang terjadi. Kita sebagai penerus bangsa ini memiliki kewajiban untuk menyelamatkan lingkungan ini. Mengawali dari ligkungan yang terdekat dengan kita serta mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam penyelamatan lingkungan ini.
Sebagai generasi muda sudah menjadi kewajiban untuk menyelamatkan lingkungan dan warisan leluhur bangsa. Banyak kegiatan sosial yang dapat dilakuan oleh generasi muda, seperti seminar tentang pentingnya menjaga linkungan dan dilanjutkan dengan kerja bakti bersama warga.
Bangsa muda Indonesia yang akan datang memiliki kemungkinan tidak dapat menikmati kekayaan alam Indonesia. Jika kita sebagai generasi yang sedang menghadapi kerusakan ini tidak segera mengambil tindakan. Baru-baru ini ada sekelompok anak muda yang bersama-sama membersihkan sampah di selokan atau parit yang memiliki nama Pandaawara Grup. Kegiatan seperti itu harus mendapat apresiasi.
Pemerintah memiliki pengaruh yang besar dalam penyelamatan hal ini. Dengan mendakan kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki lingkungan yang sudah rusak dan menjaga lingkungan yang terawat. Pemerintah juga meminta kepada pihak pengamanan untuk menjaga agar tidak ada pembuangan limbah pabrik sembarangan dan pengurangan penggunaan plastik.
Pemerintah juga harus segera menanggapi krisis lingkungan. Penanggulangan dari pemerintah dalam kejadian ini akan menyelamatkan kelestarian lingkungan Bangsa Indonesia.
Oknum-oknum yang menyebabkan kerusakan lingkungan juga segera diberi sanksi agar tidak melakukan hal bodoh untuk kepentigan pribadi lagi.
Mirisnya kerusakan yang terjadi pada akhir-akhir ini. Para pendidik mendapat amanah untuk memberi wawasan seputar lingkungan terkait dengan menjaga, menanggulangi, dan melestarikan lingkungan. Wawasan tersebut sangat penting guna menyelamatkan krisis lingkungan.
Diharapkan dengan adanya edukasi tentang lingkungan, kedepannya krisis seperti ini tidak terjadi lagi. Oleh karena itu kita harus menjaga serta melestarikan lingkungan yang indah dan sehat.
Penulis: Mahasiswa UMM Program Studi Pendidikan Agama Islam.















