Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
EkobisHeadlineNasionalRagam

Eks Karyawan Merpati Gelar Aksi Damai Ke Kementerian BUMN Dengan Menyerahkan Karangan Bunga

21
×

Eks Karyawan Merpati Gelar Aksi Damai Ke Kementerian BUMN Dengan Menyerahkan Karangan Bunga

Sebarkan artikel ini
Eks Karyawan PT Merpati Nusantara Airlines
Example 468x60

Faktual.Net, Jakarta. Perwakilan dari eks pegawai PT.Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang mengatasnamakan ‘Tim Dobrak Merpati’ mendatangi kantor kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan membawa 4 karangan bunga yang ditujukan pada Menteri BUMN. Karangan bunga tersebut untuk mengapresiasikan rasa belasungkawa karena pemerintah hingga kini seolah-olah menutup mata dan lepas tangan atas nasib mereka.

Sungguh ironis perusahaan negara yang besar dengan ribuan pegawai hingga kini belum menyelesaikan pesangon para pegawainya. Pegawai cuma memegang SPU (Surat Pengakuan Utang) namun entah kapan bisa cair. Karena hingga kini belum ada kejelasan.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

AK (inisial)) selaku Inisiator Aksi mengatakan bahwa karangan bunga semoga dapat menyentuh hati para pejabat BUMN.

“Kami datang dengan damai membawa karangan bunga yang harum bukan melakukan demo anarkis tapi saat ingin melakukan audiensi dengan Humas BUMN meskipun pihak humas tidak bersedia dengan alasan sibuk rapat, meskipun diterima resepsionis namun tetap dihalang-halangi satpam, sehingga kami merasa sangat kecewa dan tetap menunggu hingga waktu istirahat” ujar AK saat ditemui reporter di depan Kantor Kementerian BUMN Jakarta Pusat pada Rabu, 26/2/2020.

Setelah waktu menunjukkan pukul 11.30 akhirnya tim dobrak diizinkan masuk meletakkan karangan bunga dan melakukan dokumentasi namun cuma dihalaman. Pihak humas tetap tidak menerima tim dobrak merpati untuk audiensi.

Tim Dobrak Merpati sudah berada di halaman kantor kementerian BUMN sejak jam 09.00 WIB sekitar tiga puluhan orang dan mereka juga membagi-bagikan brosur tentang “Penyimpangan/Kegagalan Pelaksanaan Program Restrukturisasi Merpati Tahun 2008 hingga Tahun 2020”.

“Kalaupun mereka tidak menerima kami audiensi, aspirasi kami sudah tertulis pada karangan bunga, semoga mereka baca dan bisa memahami maksud dan tujuan kami kesini. Menunggu dengan waktu yang lama dan tak ada kepastian sungguh melelahkan dan banyak dari eks pegawai merpati meninggal dan sakit keras menunggu pesangon namun hingga kini hak mereka tak kunjung digubris”, kata AK.

“Bahkan pemerintah membuat aturan-aturan baru yang sangat merugikan eks pegawai. Dengan aksi damai kami hari ini semoga pemerintah bisa membuka mata dan hati serta segera menyelesaikan hak-hak kami. Kami sendiri sudah bergabung di Merpati selama 24 tahun sebagai cabin crew,” papar AK.

Baca Juga :  MUKI Keluarkan 7 Pernyataan Sikap Atas Ceramah Jusuf Kalla

Korlap Aksi SW (inisial) atau sapaan akrabnya Bang Ogie juga turut menyampaikan rasa prihatinnya terhadap para eks pegawai merpati, Bang Ogie telah bekerja di Merpati selama 30 tahun sempat ditempatkan juga dinas di Papua. Dan mengalami nasib naas ketika balik ke Jakarta perabotan yang masih tertinggal di Papua dijarah orang dan tak ada satupun yg tersisa.

“Kami sangat mengharapkan agar pemerintah segera membayar pesangon kami siapapun itu direksinya. Karena Direksi sekarang kurang memperjuangkan hak- hak karyawan tapi seolah-olah menjadi tameng bagi penguasa. Kami sudah melakukan audiensi dengan DPR namun tak ada titik temu dan solusinya. Kami melayangkan surat ke Presiden dan Menteri BUMN namun belum ada tanggapan lalu kemana lagi kami mengadu. Kami merasa terdzolimi”, katanya.

bang Ogie menambahkan bahwa direksi yang sekarang membuat peraturan tak masuk akal. Akan menerbangkan lagi pesawat yang teronggok selama 5 tahun. Kata Direksi bila terbang selama 3 tahun dan memperoleh laba baru pesangon akan dibayar. Ini adalah mustahil karena biaya untuk menerbangkan kembali sebuah pesawat yang sekian tahun tidak terbang sangat mahal. Kalaupun dijual ke investor, mana ada yang mau beli pesawat rongsok.

“Bila aksi damai kami tidak juga digubris kami akan datang lagi dan mengajak kawan-kawan di daerah untuk melakukan aksi yang lebih besar. Sudah habis kesabaran kami, kalau kami tetap diam. Pemerintah akan menganggap masalah ini sudah selesai dan melupakan tanggung jawabnya terhadap ribuan pegawai eks Merpati. Semoga aksi kami hari ini diridhoi oleh Allah Azza Wajalla dan didukung oleh semua kawan- kawan baik Jabodetabek maupun di daerah,” pungkasnya.

Reporter : Rizal

Tanggapi Berita Ini