oleh

Bupati Sinjai Polisikan Warganya, Kabidhumas Polda Ingatkan Peran Masyarakat Berantas Korupsi

Faktual.Net, Makassar, Sulsel – Kabidhumas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan mengatakan penanganan kasus korupsi bukan hanya merupakan tanggung jawab Kepolisian dan penegak hukum saja, tetapi juga memerlukan peran serta masyarakat.

Diakuinya bahwa Peran serta masyarakat yang baik sangat penting mengingat keterbatasan personil Tipikor Polda Sulsel dalam mengawasi tindak pidana korupsi.

“Dengan adanya partisipasi masyarakat, maka akan lebih efektif upaya memberantas tindak pidana korupsi” ujarnya

Kombes Pol E. Zulpan juga mengingatkan publik bahwa ada sebuah pasal dalam undang-undang Tindak Pidana Korupsi yang mengatur tentang peran serta masyarakat dalam hal pemberantasan korupsi.

Pasal tersebut terdapat dalam Undang-undang  Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, pada Pasal 41 ayat (5) dan Pasal 42 ayat (5) yang menegaskan;

“Tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi perlu diatur dengan Peraturan Pemerintah” ucapnya

Baca Juga :  Warga Terasa Depankan Gotong Royong

Sementara, Peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, diwujudkan dalam bentuk antara lain; mencari, memperoleh, memberikan data atau informasi tentang tindak pidana korupsi dan hak menyampaikan saran dan pendapat secara bertanggungjawab terhadap pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Hal itu disampaikan Kombes Pol E. Zulpan, disela acara Launching Aplikasi Lapor Korupsi di Hotel Claro Makassar, Kamis, (07/10/2021).

Dia kemudian jelaskan bahwa Polda Sulsel meluncurkan aplikasi “Lapor Korupsi” bagi masyarakat Sulsel, sebagai upaya mewujudkan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Menurut E. Zulpan, aplikasi Lapor Korupsi ini mempermudah masyarakat untuk mengakses dan melaporkan bila menemukan indikasi tindak pidana korupsi di daerahnya tanpa harus langsung melapor ke Polda.

Lain halnya yang alami oleh Andi Darmawansyah (43), seorang aktivis sekaligus pegiat media sosial di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dirinya dipolisikan oleh Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa.

Baca Juga :  Polres Serang Kota Pastikan Pilkades Aman dan Kondusif Melakukan Patroli di Perbatasan

Berita Terkait:
Posting Potongan.?, Paman Dan Kemanakan Polisikan Ancha Mayor

Bupati Sinjai Polisikan Warganya, Petinggi DPRD Sinjai Bungkam

Bupati Sinjai Polisikan Warganya, Ustaz Fadel: Mari Bijak Maknai Hukum

Pemuda Selatan Minta Bupati Sinjai Jangan Kekanak Kanakan

Selaku orang nomor satu diKabupaten Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa tak terima dengan isi postingan Andi Darmawansyah yang menuliskan dirinya sebagai dalang dari adanya pemotongan dana insentif bagi nakes dan santunan korban korban meninggal dunia akibat COVID-19.

Berkaitan hal tersebut Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa, melaporkan warganya. Laporan Polisi Nomor LP/27/II/2021/SPKT/POLRES SINJAI, tertanggal Senin 22 Februari 2021. hingga kini proses hukum sementara bergulir.

Laporan: dzul

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Tajuk Berita