Faktual.net, Gowa, Sulawesi Selatan – Kematian tiga pemuda asal Dusun Bilayya, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menyisakan sejumlah pertanyaan bagi pihak keluarga.
Ketiga korban diketahui bernama Aldo, Riski, dan Alam. Peristiwa yang menewaskan ketiganya sementara dianalisis pihak kepolisian sebagai kecelakaan lalu lintas.
Kasat Lantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadly menyampaikan bahwa berdasarkan analisis awal, kendaraan yang ditumpangi tiga orang tersebut mengalami out of control atau kehilangan kendali.
Namun, pihak keluarga mempertanyakan sejumlah kondisi yang mereka temukan setelah kejadian.
Muhammad, salah satu paman korban, saat dikonfirmasi Faktual.net, menyebut adanya dugaan luka seperti bekas tikaman benda tajam pada bagian ketiak sebelah kiri, serta darah yang disebut berceceran di sekitar lokasi kejadian.
Ia juga menyampaikan bahwa ketiga korban disebut mengalami cedera pada bagian leher yang menurut pihak keluarga berupa patah leher.
“Kami pihak keluarga mendesak pihak kepolisian, Polda Sulsel khususnya Polresta Gowa, untuk mengusut tuntas kejadian ini,” ujar Muhammad.
Kondisi tersebut, menurut keluarga, perlu dipastikan melalui pemeriksaan resmi agar penyebab dan kronologi kematian ketiga korban dapat diketahui secara terang.
Keluarga berharap kepolisian melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk olah TKP, kondisi kendaraan, keterangan saksi, barang bukti, serta hasil pemeriksaan medis atau forensik.
Jika hasil penyelidikan membuktikan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas, keluarga meminta penjelasan berdasarkan fakta dan bukti yang ada. Namun, apabila ditemukan indikasi tindak pidana, keluarga berharap kasus tersebut diproses sesuai hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan luka akibat benda tajam, darah di sekitar TKP, serta kondisi cedera korban sebagaimana disampaikan keluarga masih memerlukan verifikasi melalui pemeriksaan resmi aparat dan medis/forensik.
Faktual.net tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan memberikan ruang kepada pihak kepolisian untuk menyampaikan klarifikasi serta perkembangan resmi terkait peristiwa tersebut.
Reporter: Saenal Abidin













