Faktual.net – Jakarta, 30 Agustus 2025 – Persekutuan Gereja-Gereja Dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) menyampaikan keprihatinan mendalam atas demonstrasi yang diwarnai kekerasan di berbagai daerah, termasuk Pati, Bone, depan gedung MPR/DPR, Medan, dan Makassar. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Umum PGLII, Pdt. Tommy Lengkong, M.Th.
“Atas nama PGLII, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Almarhum Affan Kurniawan. Semoga Tuhan memberi penghiburan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Pdt. Tommy Lengkong.
Menyikapi peristiwa demonstrasi yang terjadi, PGLII menyerukan kepada seluruh warga masyarakat, komponen bangsa, dan aparat keamanan untuk mengedepankan cinta damai, kebersamaan, dan kesetiakawanan, serta menjauhi kebencian dan kekerasan.
PGLII juga mendukung sepenuhnya hak-hak warga negara Indonesia yang dilindungi oleh negara, termasuk kebebasan, persamaan, keadilan, perlindungan, kesetiakawanan, dan hak untuk menyampaikan pendapat.
“Penyampaian pendapat atau protes oleh masyarakat itu sah dan dijamin oleh konstitusi, namun perlu mempertimbangkan keamanan dan ketertiban dalam mengekspresikannya, sehingga tidak merugikan masyarakat lainnya dan tidak mengarah kepada hal yang anarkis,” tegas Pdt. Tommy Lengkong.
PGLII meminta Kapolri untuk memerintahkan aparat kepolisian agar tidak bertindak represif dalam menangani massa demonstran dan menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan benar. PGLII juga meminta aparat keamanan untuk bersikap sabar, bijaksana, dan mengutamakan pendekatan persuasif dalam menanggapi aspirasi masyarakat.
Lebih lanjut, PGLII mengimbau seluruh pimpinan PGLII di tingkat provinsi, kabupaten, kota, serta pimpinan Sinode Gereja dan Lembaga, dan para Pendeta untuk turut mendoakan dan berperan serta di wilayahnya masing-masing dalam menenangkan masyarakat serta menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
Reporter: Johan Sopaheluwakan
















