Example floating
Example floating
Internasional

Tun DR. Mahathir Muhammad: Kelemahan Umat Islam Karena Meninggalkan Islam

×

Tun DR. Mahathir Muhammad: Kelemahan Umat Islam Karena Meninggalkan Islam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Kuala Lumpur, Malaysia. Mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Muhammad menyatakan bahwa kelemahan dan kemunduran umat Islam dewasa ini, baik pada skala global maupun skala nasional di banyak negara Islam, adalah karena mereka meninggalkan Islam. Mereka tidak taat dan patuh terhadap ajaran-ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Demikian dikatakannya saat menerima Prof. Dr. M. Din Syamsuddin Kantor Global Peace Forum, Kuala Lumpur, Senin, 3 Oktober 2022.

Lebih lanjut, tokoh yang sudah berusia 93 tahun ini mengemukakan, bahwa mereka melanggar ajaran Islam tentang keadilan. Banyak penguasa yang beragama Islam tapi tidak berperilaku adil, baik terhadap diri sendiri maupun rakyatnya. Mereka tidak mengemban amanah secara berkeadilan, dan bahkan banyak dari mereka yang justeru melakukan kezaliman. Hal lain yang umat Islam sering lalukan adalah pembunuhan atas sesama. Ada kelompok Islam yang tega dan nyata menghilangkan nyawa sesama manusia. Mereka lakukan itu atas nama agama, pada jelas Islam menolak dan menentang penghilangan nyawa orang lain karena itu sama dengan menghilangkan nyawa seluruh umat manusia, tegas Tun Mahathir yang sering dipanggil Dr. M.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Mantan Ketua Umum Muhammadiyah dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat Prof. Din Syamsuddin datang ke Kuala Lumpur untuk mengundang Tun Dr. Mahathir Muhammad untuk menjadi salah seorang pembicara utama pada The 8th World Peace Forum WPF 8 (Forum Perdamaian Dunia Ke-8), yang akan diselenggarakan pada tanggal 17-18 Nopember 2022. WPF 8 tersebut merupakan Seri Kedelapan sejak dimulai pada 2006. Tujuh forum terdahulu berlangsung di bawah tema One Humanity, One Destiny, One Responsibility (Satu Kemanusiaan, Satu Tujuan, Satu Tanggung Jawab).

Untuk Seri Kedelapan, menurut Din Syamsuddin, Chairman of World Peace Forum/WPF dan Chairman of Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations/CDCC, akan mengangkat tema Human Fraternity and The Middle Path as the Foundation for a Peaceful, Just, and Prosperous World (Persaudaraan Kemanusiaan dan Jalan Tengah sebagai Fondasi Dunia Damai, Adil, dan Sejahtera).

WPF 8 yang diselenggarakan CDCC bersama Chengho Multiculture and Education Trust yg berbasis di Kuala Lumpur, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan akan dihadiri sekitar 100 tokoh dari mancanegara, dan 100 tokoh dari Dalam Negeri, baik agamawan, cendekiawan, dan penentu kebijakan. Menurut rencana, Jamuan Makan Malam Selamat Datang (Welcoming Dinner) akan diadakan di Kraton Kasunanan Surakarta dengan host Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo, dan sidang-sidang akan berlangsung di sebuah hotel di Solo dan di Kampus Universitas Muhammadiyah Solo. Dijadwal menyampaikan pidato utama, antara lain, Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad Al-Thayyib, Wakil dari Vatikan Rev. Laurence Basanese, Sekjen Rabithah ‘Alam Islamy Dr. Muhammad al-Isa, Sekjen Religions for Peace Prof. Dr. Azza Karam, Wakil Presiden Association of G-20 Interfaith Dialogue Prof. Dr. Katherine Marshall, dan sejumlah tokoh dunia lain.

Sehari setelah penutupan, yaitu pada 19 Nopember 2022, segenap peserta akan menjadi Tamu-Tamu Kehormatan pada Pembukaan Muktamar 48 Muhamamdiyah dan Aisyiah di Stadion Manahan, Solo.

Reporter: Lili

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit