Example floating
Example floating
InternasionalRamadhanReligi

Kerajaan Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H pada Jumat 20 Maret 2026 M

×

Kerajaan Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1447 H pada Jumat 20 Maret 2026 M

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

faktual.net, Arab Saudi. Kabar penting terkait penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah datang dari Arab Saudi. Otoritas setempat mengumumkan, hilal atau bulan sabit penanda awal Syawal tidak terlihat pada pemantauan hari Rabu, 29 Ramadan 1447 H / 18 Maret 2026 M.

Dengan tidak terlihatnya hilal di seluruh wilayah Kerajaan, maka bulan Ramadan tahun ini digenapkan menjadi 30 hari. Artinya, umat Islam di Arab Saudi akan merayakan Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriyah pada Jumat, 20 Maret 2026.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Hilal bulan Syawal 1447 tidak terlihat di mana pun di wilayah Kerajaan hari ini, sehingga bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari dan Idulfitri akan jatuh pada hari Jumat,” tulis akun X informasi Arab Saudi Inside Haramain @insharifain, beberapa saat setelah Pemerintah Arab Saudi menyampaikan pengumuman hasil pantauan hilal tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi memang telah menjadwalkan pemantauan hilal (rukyatul hilal) pada Rabu (18/3/2026) malam untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah. Proses rukyat itu menjadi penentu utama dalam menetapkan akhir Ramadan dan dimulainya bulan Syawal.

Pengumuman hasil pantauan hilal tersebut disampaikan pada malam hari sekitar pukul 18.10 waktu Saudi, atau sekitar pukul 22.10 WIB. Momen tersebut menjadi perhatian umat Islam dunia yang menantikan kepastian hari raya.

Penetapan ini sekaligus menjadi rujukan awal bagi banyak negara, termasuk Indonesia, dalam menentukan awal bulan Syawal, meski keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah masing-masing.

Penetapan ini juga menegaskan kembali metode rukyat (pengamatan hilal) yang masih menjadi dasar utama dalam menentukan awal bulan Hijriah di sejumlah negara Muslim. Ketika hilal tidak terlihat, maka bulan berjalan disempurnakan menjadi 30 hari, sesuai dengan kaidah dalam syariat Islam.

Bagi umat Muslim di seluruh dunia, momen ini menjadi penanda berakhirnya ibadah puasa Ramadan dan dimulainya hari kemenangan.

Namun demikian, perbedaan penetapan Idulfitri di beberapa negara tetap dimungkinkan terjadi, tergantung pada metode yang digunakan, baik rukyat maupun hisab.

Umat Islam kini bersiap menyambut Idulfitri dengan penuh suka cita, sembari menunggu pengumuman resmi dari otoritas keagamaan di masing-masing negara.

Redaksi

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit