Faktual. Net, Tidore, Malut. Melihat perkembangan penyebaran Virus Corona alias Covid-19 yang makin marak terjadi di Provinsi Maluku Utara khusunya di Kota Tidore kepulauan, sehingga dikabarkan ada yang telah meninggal karena Positif Covid-19.
Membuat Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, meminta kepada Tim Covid-19 baik di Kota Tidore Kepulauan maupun Provinsi Maluku Utara agar dalam merilis perkembangan Covid-19 harus disertai dengan riwayat penyakit para pasien khusunya yang telah meninggal dunia.
Tujuannya, agar masyarakat juga dapat mengetahui secara jelas bahwa pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia, tidak hanya terjangkit Corona melainkan ada penyakit bawaan yang dialami, sehingga dengan begitu bagi masyarakat yang telah memiliki penyakit bawaan seperti Asma, Kanker, Gula, dan lainnya agar dapat lebih berikhtiar untuk menjaga kesehatan mereka serta tetap mengikuti protokol kesehatan sebagaimana yang dianjurkan oleh pemerintah.
“Virus ini dikatakan berbahaya karena penyebarannya yang sangat mudah dan cepat, Virus corona bisa mematikan kalau ada penyakit bawaan yang dialami oleh pasien positif Corona beserta warga yang telah usia lanjut, namun jika daya tahan tubuhnya kuat maka tentu mereka akan selamat, Contohnya seperti Pak Wali yang memiliki penyakit bawaan berupa Gula, tetapi alhamdulillah sampai sekarang kondisi beliau telah membaik, bahkan ada juga warga tidore lainnya yang sebelumnya Positif Carona, kini telah dinyatakan sembuh, itu artinya virus ini tidak mematikan sehingga masih bisa disembuhkan,” ungkapnya.
Olehnya itu, untuk mencerdaskan masyarakat serta tidak membuat takut dan panik yang berlebihan terhadap Virus tersebut, orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini meminta kepada Tim Covid-19 untuk membuka riwayat penyakit bagi pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia.
“Misalnya seperti 3 pasien Covid-19 Kota Tikep yang meninggal, itukan dua diantaranya memiliki penyakit bawaan seperti gula darah yang naik, ini yang harus dibuka ke publik agar warga yang mengalami penyakit bawaan juga bisa berikhtiar dan fokus menjaga kesehatan mereka, selain itu dalam pengobatannya mereka juga fokus pada penyakit bawaannya agar tidak diserang oleh Corona,” tambahnya.
Selain membuka riwayat penyakit bagi pasien Positif Corona yang telah meninggal, Wawali juga meminta agar perkembangan pasien positif Corona yang saat ini sedang menjalani masa isolasi juga harus diperjelas kondisinya apakah semakin membaik atau buruk, sehingga dengan begitu masyarakat juga dapat mengikuti perkembangan mereka.
“Penyakit Corona ini bukan penyakit yang hina, maka harus ada transparansi sehingga tidak menimbulkan polemik dikalangan bawah, jika Tim Covid saja bisa mengungkapkan berapa jumlah yang terjangkit Corona beserta berapa yang sembuh dan meninggal, maka Corona ini tidak harus ditutupi, kalau identitasnya tidak bisa diungkapkan minimal jumlah kondisi pasien yang sudah membaik itu berapa dan yang kritis berapa, dan jika kondisinya kritis itu penyebabnya apa,” tandasnya.
Senada diampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tikep, dr. Abdullah Maradjabessy, dia mengaku bahwa untuk pasien positif Corona dari Kota Tidore Kepulauan yang telah meninggal dunia ini semuanya memiliki riwayat penyakit bawaan, diantaranya penyakit jantung, gula, dan TBC. selain dari itu empat warga Tidore yang telah meninggal ini sudah berusia lanjut dengan usia diatas 50 tahun.
“Rata-rata orang yang meninggal karena Corona ini sudah berusia lanjut dan memiliki penyakit bawaan sehingga mereka dengan mudah diserang, jadi kematian akibat virus corona ini karena ada penyakit penyertaan dan sudah berusia lanjut karena daya tubuh yang berkurang, untuk itu diharapkan kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan khususnya daya tahan tubuh, perbanyak istirahat dan berolahraga sembari mengikuti protokol kesehatan untuk tetap memakai masker, jaga jarak, dan tidak berkerumun di tempat ramai,” jelasnya
Reporter : Aswan Samsudin
















