oleh

Sinjai Unggul Daya Saing ” Hoax or Fakta” Bupati ASA: Siap Terima Kritikan

Faktual.Net, Sinjai, Sulsel – Darul Arqam Madya (DAM) ke-9 dan Latihan Instruktur Dasar (LID) se-Indonesia Timur digelar Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM) Sinjai.

Dikutip dari sumber terpercaya, Kegiatan ini dibuka langsung Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) di Auditorium H. M. Amir Said Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai, Minggu (20/06/2021).

Saat membuka kegiatan ini, Bupati ASA menyampaikan, harapannya agar proses kaderisasi IMM bisa membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan kompeten.Hal itu dikatakan Bupati ASA sudah membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dalam meningkatkan kecerdasan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang beriman dan bertakwa kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, seperti yang tertuang dalam misi Pemkab Sinjai

“Saya berharap, pelatihan ini bisa membentuk calon instruktur yang kompeten, progresif serta berakhlakul karimah dan sekaligus bisa menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya,” harap ASA.

Berita terkait: https://faktual.net/posting-potongan-paman-dan-kemanakan-polisikan-ancha-mayor/

Tidak hanya menyampaikan harapannya, dihadapan kader Muhammadiyah, Bupati ASA juga menegaskan, pihaknya siap menerima kritik dan masukan yang membangun untuk Kabupaten Sinjai yang unggul dan berdaya saing.

“Mahasiswa itu idealismenya sangat tinggi, kami dari Pemda siap untuk menampung setiap saran dan senantiasa membuka ruang kerjasama untuk IMM” pungkasnya.

Hal terselip sebuah pertanyaan sejumlah kalangan aktivis, pers hingga masyarakat itu sediri, sekaitan Aspirasi yang hendak disampaikan.Misalnya Polemik Pilkades dan studi banding diakhir jabatan, aksi unjuk rasa pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Berita Terkait: https://faktual.net/efek-study-banding-otak-versus-otot-pilkades-apa-kabar/

Jika pemkab betul membuka ruang kritikan kenapa mesti terjadi. Kenapa biasa aksinya dibubarkan oleh oknum tertentu di depan kantor dinas PMD pekan lalu.

Lanjut, terkait hal yang menyeret Nama Anca mayor di kasus dugaan ITE, di akun facebook miliknya, tentan gratifikasi dan potongan insentif Nakes.

Berita terkait: https://faktual.net/ancha-mayor-handphoneku-dan-simcardku-jangan-salah-gunakan-saya-sumpai-tujuh-turunan/

Merupakan ruang keritikan untuk dugaan Korupsi dinilai nol besar di Kabupaten Sinjai, alias pemkab ternilai alergi keritikan dugaan korupsi.

Meskipun Anca mayor terseret arus kemeja hijau, semangat nya tak pernah kendor, sosok pria kelahiran kota Sengkang itu, tak gentar meski tanpa Benteng.Dirinya aktif “tunggal” menyuarakan aspirasi masyarakat melalui informasi yang dihimpun oleh rekannya yang sering kali disamarkan dengan sebuatan latuyul.

Berita terkait: https://faktual.net/bupati-sinjai-polisikan-warganya-petinggi-dprd-sinjai-bungkam/

Meskipun Anggota Dewan perwakilan rakyat terbilang aktif namun sejumlah dugaan kasus yang mencuak diKabupaten Sinjai boleh jadi DPRD kecolongan, bahkan nampak mati kiri dalam artian pengawasan kurang maksimal.

Editor : Dzul

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Tajuk Berita