oleh

Polemik Tahura Abd Latif, Beginilah Pemahaman Pemuda Pancasila Bumi Panrita Kitta

Faktual.Net, Sinjai, Sulsel, Polemik di pembangunan Bumi Perkemahaan Taman Hutan Raya (Pemahaman) Tahura Abdul Latif Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong masih terus saja bergulir hingga saat ini. Rabu (03/02/2021).

Terbaru, sejumlah Masyarakat mendatangi Kantor DPRD Sulsel danBalai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulsel untuk menyampaikan aspirasi mendukung pembangunan di Tahura.

Menurut mereka, dukungan pembangunan bumi perkemahan ini bukan tanpa alasan. Sebab akses atau infrastruktur menuju Tahura terbuka yang berdampak pada pertumbuhan perekonomian warga.

Namun dilain sisi, Dampak yang di suarakan di Bumi Panrinta Kita oleh Aliansi Tahura Menggugat (ATM) keberadaan habitat Flora dan Fauna Sedangkan di Bumi Panrita Lofi oleh Pencinta Alam Panrita Lopi (Papparapi) terkait Aliran Sungai Balangtien sangat di butuhkan di antaranya Pertanian, Petenakan

Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Tahura Menguggat (ATM) hingga saat ini juga gencar melakukan penolakan dengan aksi demonstrasi hingga Pasang Baleho bertulisan Menolak.

Adanya aksi penolakakan tersebut, elit Pemuda Pancasila Kabupaten Sinjai Angkat Bicara terkait, Pembangunan Bumi Perkemahaan di tanan Hutan Raya (Pemahaman), Tahura Abd Latif Sinjai yakni Ketua Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Sinjai, Muhlis Hajar Adiputra dan Ketua bidang eksternal MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sinjai, Lukman Mallongi

Baca Juga :  Kantor Kwarcab Pramuka Jakut Ditata 

Menurut Ketua Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Sinjai, Muhlis Hajar Adiputra, menuturkan seharusnya Pemerintah dan ATM duduk bersama.

“Kalau dijadikan sebagai bumi perkemahan itu memang tidak sesuai dengan peruntukannya, tingkat resiko perjalanan ke sana itu tinggi, baik keatas maupun pulangnya dan juga kalau dibangun jalur sepeda, itu kan hanya untuk segelintir orang saja,”katanya.

Dia juga mengatakan bahwa selama ini sehingga berpolemik dikarenakan koordinasi yang tidak bagus antara pelaksana dengan yang menolak.

“Kalau mau dilihat bagus harus duduk bersama, pembangunan seperti ini kan perlu dianalisis bukan sekedar membangun saja,”beber Gam, sapaan akrabnya.

Kalau membuka dengan tujuan pariwisata dengan mau meningkatkan pendapatan masyarakat tentu diriny setuju, namun bukan seperti ini bentuknya baiknya Masyarakat dilibatkan dalam bentuk misalnya Home Stay.

“Saya memandang tidak layak Tahura dijadikan bumi perkemahan apalagi membuat jalur sepeda karena disana itu adalah daerah penyangga yang kanan kirinya merupakan sumber mata air yang perlu di jaga dengan tentunya pembangunannya boleh saja namun bersifat ekologis,” terang akademisi UMSi Sinjai ini.

Baca Juga :  Pelaku UMKM Hadapi Transmisi Kebijakan Moneter

Karena ini pembangunannya sudah terlanjur, maka perlu dilakukan pemulihan kembali dengan reboisasi (penghijauan) bisa melibatkan teman di ATM itu.

“Setelah itu kemudian tutup bumi perkemahan dan jalur sepeda karena nilai mamfaatnya kan hanya untuk orang tertentu saja, kalau camp perkemahan kan dari dulu ada disana namun bukan bumi perkemahan,” kunci aktivis lingkungan ini.

Sedangkan, Ketua Bidang Eksternal Pemuda  Pancasila Sinjai Mengatakan bahwa dari awal MPC Pemuda Pancasila Sinjai, Lukman Mallongi mendukung sepenuhnya kebijakan Pemkab Sinjai dalam pengembangan kawasan Tahura Abdul Latief kecamatan sinjai borong.

“ini untuk kemaslahatan masyarakat sinjai khususnya masyarakat sekitar tahura,  terkait sikap ketua BLH PP Sinjai maka tentu kami akan sikapi melalui mekanisme organisasi secara tegas sebab PP menurut saya adalah garis komando dan pernyataan ketua BLH tanpa koordinasi dengan MPC” tutup Lukman

Editor:Dzul

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Tajuk Berita