Faktual.net, Makasaar, Sulsel— Perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa berhasil meraih prestasi membanggakan dengan menyabet Juara 1 pada ajang Lomba Pildacil Pelita Ramadhan yang digelar oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) 3/3/2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 2–3 Maret 2026 di Aula Kejati Sulsel, Makassar, diikuti sekitar 46 peserta dari berbagai Kejaksaan Negeri se-Sulawesi Selatan. Lomba resmi dibuka pada Senin (2/3) dan ditutup pada Selasa (3/3) yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta pengumuman pemenang.
Penutupan kegiatan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo, Ketua Pengadilan Tinggi Makassar Dr. Nirwanah, serta Pangkoops II Marsda TNI M. Untung Surapati dan unsur Forkopimda lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Kejati Sulsel Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan orang tua. Ia menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda sejak dini dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan karakter bangsa.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi inisiatif Kejati Sulsel dalam menyelenggarakan pembinaan mental bagi generasi muda. Ia bahkan menyatakan dukungan dengan menambah hadiah bagi para pemenang.
“Sebagai bentuk apresiasi, Juara 1 mendapatkan hadiah umrah, Juara 2 motor listrik, dan Juara 3 serta seterusnya mendapatkan sepeda,” kata Andi Sudirman yang disambut tepuk tangan hadirin.
Pada kategori usia 6–10 tahun, Juara 1 diraih oleh Muhammad Rafandra Aldebaran Sofyan, siswa kelas 4 SDIT Al-Fityan Gowa. Rafandra mewakili Kejari Gowa setelah melalui proses seleksi internal dan pembinaan intensif.
Keberhasilan ini turut disambut bangga oleh Kepala Kejari Gowa, Bambang Dwi Murcolono, S.H., M.H. Ia menyatakan kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras, dukungan keluarga, serta pembinaan yang konsisten.
“Kami sangat bangga atas pencapaian ini. Ini bukan hanya prestasi individu, tetapi juga cerminan komitmen kami dalam mendukung generasi muda untuk menjadi dai masa depan,” ujarnya.
Lomba Pildacil Pelita Ramadhan digelar dalam dua kategori usia, yakni 6–10 tahun dan 11–15 tahun, serta kategori video profil. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wadah pembinaan karakter dan spiritual generasi muda di Sulawesi Selatan.














