Faktual.Net – Jakarta – Sabtu, 01 Agustus 2026 – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) Pengurus Daerah DKI Jakarta yang dipimpin Ketua Johan Sopaheluwakan bersama Sekretaris Suwidodo, menggelar audiensi dan silaturahmi dengan Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Komisi A, Ir. Manuara Siahaan. Pertemuan berlangsung di Rumah Aspirasi, Jalan Raya Ceger No. 27A, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026), dalam rangka kegiatan reses dan penyerapan aspirasi masyarakat.
Turut hadir dalam rombongan Ketua Umum PEWARNA Indonesia Yusuf Mujiono, Bendahara Umum Albert Muntu, Bendahara PD DKI Jakarta Christy, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Donny Gultom, serta jajaran pengurus pusat dan daerah lainnya. Hadir pula Wakil Ketua PD PEWARNA Indonesia Kalimantan Timur Magdalena Picasso yang sedang mengembangkan organisasi di wilayah Penajam Paser Utara dan Ibu Kota Nusantara.
Dalam kesempatan tersebut, Pengurus Pusat secara resmi menyerahkan Surat Keputusan pengangkatan Ir. Manuara Siahaan sebagai Dewan Pengawas PEWARNA Indonesia, guna mengawal perjalanan organisasi agar semakin profesional, transparan, dan selaras dengan Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga.
Ketua Umum Yusuf Mujiono menyampaikan kebanggaannya melihat konsistensi organisasi yang kini telah berusia 13 tahun. “Memasuki usia 13 tahun, kami ingin terus menjadi pewarta yang menghadirkan harapan, bukan sekadar menyampaikan berita. Kami ingin suara rakyat kecil tetap memiliki ruang untuk didengar,” ujar Yusuf.
Ia menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi anggotanya cukup berat, namun semangat pelayanan tak pernah padam. “Sebagian besar anggota PEWARNA Indonesia merupakan pengelola media kecil yang bertahan dengan segala keterbatasan. Di balik media-media kecil itu ada keluarga yang menggantungkan hidup, ada idealisme yang dipertahankan, dan ada keberanian untuk tetap menyampaikan kebenaran meski menghadapi berbagai tantangan,” katanya.
Ketua PD DKI Jakarta Johan Sopaheluwakan menyampaikan harapan besar terkait dukungan pemerintah daerah. “Selama berdiri, PEWARNA Indonesia belum pernah mengajukan hibah kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meski demikian, kami tetap konsisten melaksanakan berbagai kegiatan dengan semangat gotong royong. Kini kami berharap dapat memperoleh pendampingan agar bisa mengakses program kemitraan dan hibah Pemprov DKI Jakarta,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan kesiapan organisasi untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan. “Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam program literasi media, sosialisasi kebijakan publik, pemberdayaan UMKM, pengelolaan lingkungan, peningkatan kompetensi wartawan, serta pendidikan jurnalistik bagi generasi muda,” tegas Johan.
Menanggapi hal tersebut, Ir. Manuara Siahaan menyambut baik konsistensi organisasi. “Saya sangat mengapresiasi semangat PEWARNA Indonesia yang terus berkarya di tengah berbagai keterbatasan. Organisasi profesi memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar dan membangun kepada masyarakat,” ujarnya.
Mengenai peluang kerja sama, politisi yang juga anggota Badan Anggaran ini memberikan sinyal positif sekaligus catatan penting. “Kalau memang selama ini belum pernah mendapatkan kesempatan, tidak ada kata terlambat untuk memulai. Lebih baik terlambat daripada tidak pernah sama sekali. Saya siap membantu menjembatani komunikasi dengan Pemprov DKI Jakarta,” janji Manuara.
Ia juga menjelaskan syarat dan jadwal pengajuan yang harus dipenuhi. “Sebelum mengajukan program, organisasi harus melengkapi persyaratan administrasi: legalitas, struktur kepengurusan, domisili kantor, NPWP, rekening organisasi, dan program kerja yang sistematis. Pengajuan untuk Tahun Anggaran 2027 sudah ditutup, jadi mulailah persiapan dari sekarang untuk tahun 2028. Ingat, mekanisme kini berbasis daring, jadi administrasi yang tertib dan akuntabel adalah kunci lolos seleksi,” terangnya.
Di akhir pertemuan, Manuara mengajak jajaran pimpinan PD DKI Jakarta untuk bertemu kembali. “Mari kita bahas langkah teknis penyusunan administrasinya di sini, di Rumah Aspirasi, agar semua persyaratan terpenuhi dengan baik,” tutupnya.
Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi pers dan pemerintah demi mewujudkan jurnalisme yang profesional, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
















