Pemkot Tikep Siap Alokasi 13 Milyar Untuk Kesehatan Gratis

35

Faktual.Net, Tidore. Walikota Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim dan Wakil Walikota Muhammad Sinen berkeinginan agar di tahun 2019 mendatang, semua masyarakat kurang mampu yang berada di Kota Tidore Kepulauan bisa diberi kesehatan gratis melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Hal itu diakui Kepala Dinas Kesehatan Kota Tikep dr. Abdullah Maradjabessy saat ditemui Faktual.Net di Kantor Walikota Kota Tikep. Dia mengatakan pada saat pembahasan KUA-PPAS 2019 oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tikep pada tanggal 7 November 2018, pembiayaan kesehatan gratis melalui BPJS sudah akan dimasukan dalam pbahasan untuk dituangkan dalam dokumen APBD tahun 2019.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Apresiasi Semua Pihak dalam Aksi Resik-resik Sungai

“Kemarin kami belum masukan program ini ke dalam dokumen KUA-PPAS karena kami berpikir pembiayannya akan dilakukan secara bertahap, mengingat soal kesehatan gratis ini biayanya cukup besar. namun setelah dikoordinasi ke pak wali dan wakil mereka maunya di 2019 itu dimasukan sekaligus tidak perlu bertahap,” ujarnya pada Jumat, 2/11/2018.

Untuk itu, pada saat pembahasan KUA-PPAS dan APBD tahun 2019 di DPRD Tikep nanti, Dinas Kesehatan Kota Tikep turut memperjuangkan program tersebut agar bisa direalisasi, mengingat langkah untuk menggratiskan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu juga telah diberi lampu hijau dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Baca Juga :  Kumpulkan Alat Bukti, DPP BAIN HAM RI Laporkan Kasi Intel Kejari Bantaeng ke Kejagung RI

“Saat ini masyarakat kurang mampu yang belum ditanggung oleh Pemerintah itu sebanyak 40.459 Jiwa, dan anggaran yang akan kita alokasikan untuk mereka itu sebesar Rp. 13.581.684.000, selanjutnya tinggal kita lihat apakah dari DPRD menyetujui atau tidak,” tuturnya.

Pembiayaan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu yang mencapai Rp. 13 Milyar lebih itu, kata dr. Abdullah bahwa hal itu diluar dari ASN, Polri, dan TNI beserta para pengusaha yang dianggap berkecukupan.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :