Example floating
Headline

Kemenkum RI dan Institut Leimena Bersatu Padu: Guru Jadi Garda Depan Jaga Kebebasan Beragama

×

Kemenkum RI dan Institut Leimena Bersatu Padu: Guru Jadi Garda Depan Jaga Kebebasan Beragama

Sebarkan artikel ini

Faktual.net – Jakarta, 19 September 2025 – Sebuah gebrakan monumental terjadi hari ini! Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum Kementerian Hukum Republik Indonesia (Kemenkum RI), berkolaborasi dengan Institut Leimena, menggelar Hybrid Upgrading Workshop Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang spektakuler di Jakarta. Acara ini bukan sekadar workshop biasa, melainkan sebuah deklarasi perang terhadap intoleransi dan radikalisme yang mengancam persatuan bangsa.

Lebih dari sekadar pelatihan, workshop ini adalah panggung bagi para guru dari berbagai pelosok Nusantara – mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara – untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan merumuskan strategi jitu dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan kebebasan beragama kepada generasi penerus bangsa. Mereka adalah garda depan, ujung tombak perubahan yang akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif dan harmonis.

Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, dengan lantang menyatakan bahwa program LKLB adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam merealisasikan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI. Beliau juga menegaskan bahwa kebebasan beragama bukanlah sekadar slogan kosong, melainkan hak fundamental yang harus dilindungi dan dijamin oleh supremasi hukum.

“Guru bukan hanya pengajar ilmu, tetapi juga penjaga nurani bangsa,” tegas Gusti Ayu dengan nada bersemangat. “Dengan mendidik dalam semangat kebebasan beragama dan menjunjung supremasi hukum, kita sedang menanamkan akar persatuan yang tak akan lekang oleh waktu guna menggapai Indonesia Emas 2045!”

Baca Juga :  Pasca Lakukan Aksi, Satu Diantara Kontraktor Dapat Proyek Dari Kasudin PRKP Jakut

Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, menambahkan bahwa LKLB adalah kunci untuk membuka pikiran dan hati masyarakat Indonesia yang majemuk. Dengan literasi keagamaan yang baik, prasangka dan kesalahpahaman dapat dihilangkan, digantikan dengan pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan.

Workshop ini bukan hanya tentang teori, tetapi juga praktik. Para guru akan diajak untuk mengunjungi rumah ibadah dari berbagai agama, berdiskusi dengan tokoh agama, dan bahkan melakukan simulasi mengajar di kelas dengan memasukkan nilai-nilai LKLB. Tujuannya jelas: agar mereka benar-benar siap menjadi agen perubahan di sekolah dan di masyarakat.

Dengan digelarnya workshop LKLB ini, Indonesia mengirimkan pesan yang jelas kepada dunia: bahwa toleransi dan kebebasan beragama bukanlah sekadar wacana, melainkan nilai-nilai yang dipegang teguh dan diperjuangkan oleh seluruh elemen bangsa. Ini adalah langkah besar menuju Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang Emas!

Reporter: Johan Sopaheluwakan 

Tanggapi Berita Ini
Kerangka tower diatas rumah warga anggota lmk Kelurahan Sukapura
Headline

Warga RT 005 RW 006 Kelurahan Sukapura Kecamatan Cilincing menginformasikan kepada media online faktual.net, bersedia menyediakan anggaran operasional bagi Pemerintah dalam hal ini CKTRP untuk bongkar tuntas tower yang berdiri di atas rumah warga yang disinyalir anggota Lmk Kelurahan di Jalan Puyuh

Kejaksaan Bidik Dugaan Korupsi Dana Kas Pos Malino, Kerugian Capai Rp360 Juta
Headline

Cabjari Gowa di Malino Tetapkan Branch Manager KCP Pos Malino sebagai Tersangka

Dugaan Korupsi Dana Kas Rp360 Juta
Dana Kas Rp360 Juta Raib, Branch Manager KCP Pos Malino Jadi Tersangka

Cabjari Gowa Tahan Branch Manager KCP Pos Malino, Dugaan Penggelapan Rp360 Juta

Kas KCP Pos Malino Diduga Digel