Example floating
Headline

“Kepunahan Peradaban: Mengapa Indonesia Terjebak dalam Keterbelakangan?”

×

“Kepunahan Peradaban: Mengapa Indonesia Terjebak dalam Keterbelakangan?”

Sebarkan artikel ini

Oleh: Merphin Panjaitan

Faktual.net – Jakarta Barat – DKI Jakarta – Jumat (19/9/2025) – Dalam lintasan sejarah yang panjang, peradaban manusia terus berevolusi, naik dan turun, tumbuh dan runtuh. Kita menyaksikan kejayaan imperium-imperium besar, lahirnya inovasi-inovasi yang mengubah dunia, dan juga tragedi kemanusiaan yang tak terhitung jumlahnya. Namun, di tengah arus perubahan yang tak pernah berhenti ini, muncul pertanyaan mendasar: apakah peradaban yang kita bangun saat ini akan abadi? Atau, seperti peradaban-peradaban sebelumnya, ia akan menemui ajalnya?

Saya meyakini bahwa segala sesuatu yang pernah ada, suatu saat nanti akan tiada. Manusia, sebagai bagian dari alam semesta, juga tunduk pada hukum yang sama. Namun, kepunahan peradaban tidak selalu berarti lenyapnya spesies manusia. Ia bisa berarti kemunduran nilai-nilai kemanusiaan, hilangnya akal sehat, dan merajalelanya kebodohan.

Indonesia, sebagai sebuah bangsa yang besar dan kaya akan sumber daya alam, sayangnya masih bergulat dengan masalah keterbelakangan. Kemiskinan, korupsi, ketidakadilan, dan intoleransi masih menjadi masalah laten yang menghambat kemajuan bangsa. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Saya berpendapat bahwa salah satu penyebab utama keterbelakangan Indonesia adalah kurangnya pemahaman dan pengamalan terhadap dua pilar penting peradaban Barat: Filsafat Yunani dan Alkitab.

Filsafat Yunani mengajarkan kita tentang logika, rasionalitas, etika, dan estetika. Ia mendorong kita untuk berpikir kritis, mempertanyakan segala sesuatu, dan mencari kebenaran berdasarkan akal sehat. Sementara itu, Alkitab mengajarkan kita tentang moralitas, kasih sayang, keadilan, dan pengorbanan. Ia mendorong kita untuk berbuat baik kepada sesama, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, dan mencari makna hidup yang lebih dalam.

Negara-negara maju di dunia, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Prancis, adalah negara-negara yang masyarakatnya rajin belajar dan mengamalkan Filsafat Yunani dan Alkitab. Mereka mampu menciptakan sistem politik yang stabil, ekonomi yang kuat, dan budaya yang maju karena mereka memiliki landasan moral dan intelektual yang kokoh.

Baca Juga :  Lurah Sukapura Himbau Pengurus RT Bayar Penggalangan Dana PMI Ratusan Ribu

Ironisnya, Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama, justru kurang memberikan perhatian terhadap kedua pilar penting ini. Filsafat Yunani dianggap sebagai sesuatu yang asing dan tidak relevan, sementara Alkitab hanya dipelajari secara dangkal dan seringkali disalahgunakan untuk kepentingan politik.

Oleh karena itu, saya menyerukan kepada para pemimpin dan pemikir Indonesia untuk segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memperbaiki kondisi ini. Kita harus menciptakan kondisi di mana mayoritas masyarakat Indonesia belajar Filsafat Yunani dan Alkitab. Kita harus memasukkan kedua mata pelajaran ini ke dalam kurikulum pendidikan nasional, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Kita juga harus mendorong masyarakat untuk membaca buku-buku filsafat dan teologi, mengikuti diskusi-diskusi ilmiah, dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial yang positif.

Jika kita tidak melakukan hal ini, maka saya khawatir Indonesia akan terus terpuruk dalam keterbelakangan. Kita akan menjadi bangsa yang mudah dipecah belah, mudah dimanipulasi, dan mudah dieksploitasi oleh bangsa lain. Kita akan kehilangan jati diri kita sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat.

Pilihan ada di tangan kita. Kita bisa memilih untuk belajar Filsafat Yunani dan Alkitab, dan hasilnya Indonesia akan maju dan beradab. Atau, kita bisa memilih untuk menolak Filsafat Yunani dan Alkitab, dan hasilnya masyarakat Indonesia akan tetap terbelakang dan barbar. (Red/JS)

Tanggapi Berita Ini
Kerangka tower diatas rumah warga anggota lmk Kelurahan Sukapura
Headline

Warga RT 005 RW 006 Kelurahan Sukapura Kecamatan Cilincing menginformasikan kepada media online faktual.net, bersedia menyediakan anggaran operasional bagi Pemerintah dalam hal ini CKTRP untuk bongkar tuntas tower yang berdiri di atas rumah warga yang disinyalir anggota Lmk Kelurahan di Jalan Puyuh

Kejaksaan Bidik Dugaan Korupsi Dana Kas Pos Malino, Kerugian Capai Rp360 Juta
Headline

Cabjari Gowa di Malino Tetapkan Branch Manager KCP Pos Malino sebagai Tersangka

Dugaan Korupsi Dana Kas Rp360 Juta
Dana Kas Rp360 Juta Raib, Branch Manager KCP Pos Malino Jadi Tersangka

Cabjari Gowa Tahan Branch Manager KCP Pos Malino, Dugaan Penggelapan Rp360 Juta

Kas KCP Pos Malino Diduga Digel