Faktual.net – Kapuas Hulu, Kalbar 15 Juli 2026 – Gambar memilukan terlihat di Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Jalan raya yang seharusnya menjadi urat nadi kehidupan justru berubah menjadi kubangan lumpur raksasa penuh lubang menganga. Warga tidak hanya kesulitan, tapi merasa terpinggirkan dan seolah dilupakan oleh pembangunan.
Penderitaan terparah dirasakan warga Desa Landau Rantau. Jalan akses menuju desa ini sudah lama rusak parah namun tak kunjung disentuh perbaikan yang layak. Saat musim hujan tiba, jalanan berubah menjadi lautan lumpur. Kendaraan roda dua sering tergelincir, bahkan kendaraan roda empat pun kerap terjebak dan tidak bisa bergerak sama sekali.
Setiap hari kami harus mempertaruhkan nyawa melewati jalan ini. Anak-anak sekolah harus melompati kubangan, hasil kebun sulit dibawa keluar, dan warga yang sakit nyaris tidak bisa dibawa ke puskesmas. Kami merasa seperti dianaktirikan, sementara pembangunan di tempat lain terus berjalan,” ujar seorang warga dengan nada kecewa yang mendalam.
Kerusakan ini bukan sekadar masalah jalan rusak, melainkan pukulan berat bagi ekonomi warga. Biaya angkut hasil pertanian melonjak tinggi, harga kebutuhan pokok menjadi mahal, dan waktu tempuh menjadi sangat lama. Potensi alam yang melimpah di wilayah ini terhambat total hanya karena akses jalan yang memprihatinkan.
Keprihatinan warga ternyata sejalan dengan pengakuan resmi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu yang mengakui bahwa tingkat kemantapan jalan di wilayah ini masih sangat rendah. Pemerintah daerah pun telah mengajukan usulan mendesak ke Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Pusat agar ruas jalan di Silat Hulu, termasuk menuju Landau Rantau, segera diperbaiki secara menyeluruh.
Warga menegaskan: Jalan adalah hak kami dan masa depan anak-anak kami. Mereka memohon agar keluhan ini tidak sekadar menjadi berita atau janji manis, melainkan segera diwujudkan dengan alat berat yang turun ke lapangan. Warga Silat Hulu berhak mendapatkan jalan yang aman, layak, dan setara dengan daerah lain.
Hingga berita ini diturunkan. Awak media masih mengkonfirmasikan permasalahan ini kepada pihak yang berwenang agar mendapat pemberitaan yang berimbang.
Reporter: Johan Sopaheluwakan















