Example floating
Example floating
Headline

Raker Bamus Betawi Dorong Pendidikan Seniman dan Pelestarian Budaya Menuju Jakarta Golden City Global

×

Raker Bamus Betawi Dorong Pendidikan Seniman dan Pelestarian Budaya Menuju Jakarta Golden City Global

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Jakarta – 16 Juni 2026 – Rapat Kerja (Raker) Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi) yang digelar di Hotel Acacia belum lama ini kembali menegaskan komitmen organisasi dalam memajukan pendidikan anak-anak seniman dan pelestarian budaya Betawi. Kegiatan ini bukan yang pertama kali digelar, melainkan bagian dari periode kepengurusan yang sedang berjalan.

Ketua Umum Bamus Betawi saat ini, Pak Riano, tengah menjalankan periode kedua kepemimpinannya. Hasil Raker dinilai padat dan sesuai arahan Gubernur Jakarta Pramono agar Jakarta dapat menjadi _Golden City Global_.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Hasil Raker: Fokus Pendidikan dan Pelestarian Budaya

1. Peningkatan Pendidikan Anak Seniman
Banyak seniman Betawi yang aktif menghibur masyarakat, namun karena kesibukan berkesenian, pendidikan anak-anak mereka sering terabaikan. Raker mendorong pemerintah memperhatikan nasib pendidikan generasi seniman dan masyarakat Betawi kurang mampu, misalnya melalui program beasiswa agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena biaya.

2. Pelestarian Budaya dan Kuliner Betawi Raker juga membahas pelestarian budaya, termasuk kuliner khas yang masih dibuat secara _door to door_ namun belum dikenal luas. Contohnya sate asem dan sate lembut berbahan daging sapi, laksa Betawi, soto Betawi, dan kue-kue tradisional yang kini mulai langka. Harapannya, ke depan Jakarta memiliki pusat kuliner Betawi yang menjadi satu wadah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mencicipi makanan khas tanpa harus berpindah-pindah tempat.

Sejarah dan Perjalanan Bamus Betawi

Bamus Betawi dibentuk pada tahun 1982 dengan ketua umum pertama almarhum Pak Effendi Yusuf. Saat itu, kesadaran masyarakat Betawi terhadap budaya sendiri masih rendah. Setelahnya, estafet kepemimpinan letjen sanif dan dilanjutkan oleh almarhum mayor Jendral purn. Marzuki edi nala Praya.

Baca Juga :  Tiga Koperasi Lolos IPR, Legalisasi Tambang Rakyat NTB Mulai Bergerak

Sejak pertengahan 1980-an, gerakan kebangkitan budaya Betawi mulai terlihat. Salah satu tonggak penting adalah penyelenggaraan Lebaran Betawi pertama pada tahun 1982 oleh masyarakat petani dan warga Betawi. Acara ini terus berlanjut hingga kini, berpindah dari lokasi awal di PRJ Monas ke Jakarta Fair Kemayoran. Melalui event tersebut, kuliner dan kesenian Betawi mulai dikenal luas, didukung peran media yang membantu mempublikasikan.

Peran Perempuan Betawi dan Yayasan Sinar Nanas

Pada tahun 1983, Persatuan Wanita Betawi dibentuk sebagai wadah silaturahmi perempuan Betawi dari Jakarta Pusat, Selatan, Timur, dan Barat. Dari persatuan inilah kemudian lahir Yayasan Sinar Nanas agar gerakan sosial dapat berjalan lebih leluasa.

Yayasan aktif dalam kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, pembagian kebutuhan saat Lebaran, dan penyelenggaraan pameran pakaian bekerja sama dengan Pemda. Ke depan, program pemberdayaan UMKM juga akan dijalankan.

Harapan Menuju Jakarta Global City

Cucu Sulaiha, Ketua Yayasan Sinar Nanas sekaligus Dewan Pakar Persatuan Wanita Betawi, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah, khususnya di era Gubernur Pramono, terhadap pelestarian dan kemajuan budaya Betawi.

Ia menekankan bahwa tantangan di era digital menuntut generasi muda Betawi lebih tanggap dan melek teknologi, terutama dalam mengembangkan UMKM dan pendidikan.

“Kami berharap 20 tahun ke depan, ketika Jakarta menjadi kota global, wisatawan yang datang dapat dengan mudah menemukan dan mencicipi kuliner serta budaya Betawi dalam satu tempat. Jangan sampai masyarakat Betawi terkungkung, tapi harus mengikuti perkembangan zaman,” ujar Cucu Sulaiha.

Raker ditutup dengan harapan agar cita-cita menjadikan Jakarta sebagai _Golden City Global_ dapat terwujud bersama, dengan budaya Betawi sebagai salah satu identitas kuatnya.

Reporter: Rosmauli

Tanggapi Berita Ini