oleh

Hadapi Corona dengan Peduli Lingkungan, Ini yang Dilakukan Perempuan Tani Jatim

Faktual.Net, Surabaya, Jatim. Wabah virus corona yang setiap hari semakin meluas hingga menginveksi sebanyak 450 orang pada hari ini membuat masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah ini.

Selain menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan juga harus diperhatikan, kata Ketua Perempuan Tani Jatim, Lia Istifhama, “kita harus yakin, bahwa lingkungan sehat Insya Allah merupakan salah satu cara penting melawan wabah corona,” ujarnya. Sabtu, 21/3/2020.

“Kita kan punya iman, yah. Kalau soal hidup dan mati, itu tak lepas dari takdir. Namun tentang menjaga kesehatan, itu harus dari diri kita sendiri. Bagaimana memotivasi diri agar pikiran sehat, juga bagaimana pribadi kita punya kepedulian pada lingkungan.

Penting lho, lingkungan sehat karena kita ini kan sebagai orang tua wajib menjaga kelestarian lingkungan demi anak cucu kita,” tambahnya.

Baca Juga :  Kepala Desa Bontotangga Apresiasi KKN UIN 62. Atas Partisipasinya Dalam Penyemprotan Massal Desinfektan

Ibu dua anak ini menambahkan, pihaknya mengira lingkungan yang sehat Insya Allah bisa mereduksi dampak besar dari wabah Corona.

Bukan sepenuhnya mampu membentengi, mungkin yah. Tapi setidaknya ikhtiar mereduksi, mengurangi resiko penyebaran itu. Nah, itu yang menjadi alasan Perempuan Tani Jatim untuk membagikan pupuk.

“Diharapkan, pupuk ini mampu membantu pertumbuhan pohon dan tanaman, sehingga lingkungan lebih sehat. Perempuan Tani ingin menjadi bagian di dalam itu,” tambahnya.

Perempuan yang juga akan mengikuti kontestasi Pilwali di Surabaya ini juga menjelaskan bahwa, yang sudah jalan saat ini adalah wilayah Gresik, Surabaya, dan Bangkalan.

Baca Juga :  Kepala Desa Bontotangga Apresiasi KKN UIN 62. Atas Partisipasinya Dalam Penyemprotan Massal Desinfektan

“Yang di Gresik, langsung dilakukan oleh ketua DPK (Dewan Perwakilan Kota/Kabupaten)nya, yaitu dokter Nila. Kalau di Bangkalan oleh Mbak Sovie, pengurus DPD Perempuan Tani Jatim.

Yang di Surabaya juga dilakukan oleh pengurus Jatim. Karena untuk DPK Surabaya sudah terbentuk, tapi belum dilantik. Sebenarnya akhir Maret ini Jombang dan Surabaya akan dilaksanakan pelantikan DPK.

“Tapi dari DPN (Pusat), bu Ketum Dian Novita menyampaikan penundaan pelantikan. Hal ini tak lepas dari imbauan Presiden Jokowi dan pak Moeldoko selaku Ketua HKTI Pusat tentang situasi Indonesia yang sedang prihatin melawan Corona,” tukas Ning Lia, sapaan akrabnya.

Reporter : Sfy/Ari

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Tajuk Berita