Faktual. Net, Kendari. Donasi berupa uang dan barang yang terkumpul melalui Posko Gabungan Peduli Gempa Palu, Sigi dan Donggala di Sulawesi Tengah (Sulteng), diberangkatkan sekitar pukul 24.10 wita, Rabu 10 Oktober 2018. Bantuan tersebut terdiri 10 ton bantuan barang dan uang terkumpul sebanyak 40 juta rupiah, dikawal oleh tim gabungan peduli gempa antara lain Komunitas Human Resources and Developmen (HRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Komunitas Pemerhati Pantai dan Ekosistem (Kompak). Bantuan yang terkumpul itu diberangkatkan melalui jalur darat, dengan menggunakan satu unit truk dan tiga mobil avansa, yang dikawal oleh empat belas orang tim relawan Posko Gabungan Peduli Gempa Sulteng.
Rencananya, bantuan akan langsung didistribusikan pada posko-posko yang ada di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala yang telah dikoordinasikan bersama antara Koordinator Team dan kontak person di Sulteng serta Polda Sulteng.
Sebelumnya pada Selasa sore, 9/10/2018 dilakukan acara pelepasan oleh Koordinator Team Peduli Bencana Andi Muh. Sapriansyah, berlokasi di halaman Hotel Santika Jaya Bay Pass Pasar Baru Kota Kendari. Perencanaan awal pemberangkatan akan dilakukan pada pukul 15.00 wita sore hari, namun tertunda sampai larut tengah malam, selain persiapan tehnis yang harus dipermantap seperti penguatan tim juga kendala bahan bakar yang harus dipersiapkan.
Koordinator Team Peduli Bantuan Andi Muh Sapriansyah menuturkan bahwa donasi terkumpul sejak dibukanya posko donasi pada tanggal 30 September lalu, atau dua hari paska gempa pertama di Palu, Sigi dan Donggala. “Inisiatif untuk membuka posko donasi terpanggil secara kemanusiaan dengan melihat pemberitaan dan kiriman dari beberapa pesan di grup whatsapp,” ungkap mantan relawan tsunami Aceh tahun 2004 ini. Ia berharap agar relawan yang diberangkatkan dapat menjadi penerus perjuangan relawan di masanya. “kalian harus menjadi penolong bangsa, sebagai generasi muda kalian adalah pilihan untuk tugas kemanusiaan ini,” ungkat mantan aktivis jurnalis era 90an yang akrab dipanggil Andi ini saat memberi semangat dalam breafing team pemberangkatan.
Menurut Andi, Posko Peduli Bencana masih tetap akan dibuka sampai semua donasi dalam bentuk barang terangkut. Pantauan jurnalis factual.net masih tersisa tumpukan barang yang belum bisa termuat dimobil truk. Ditegaskan oleh Andi, donasi dalam bentuk uang masih terus akan dibuka mengingat dibutuhkannya biaya operasional untuk didistribusi bantuan, sehingga adapun pihak yang ingin memberi donasi barang saat ini dipertimbangkan sampai terdistribusinya seluruh bantuan.
Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam penggalangan donasi bencana Sulteng ini, tergabung dalam Posko Gabungan Peduli Bencana Sulteng, antara lain ; HMJ Ilmu Kelautan UHO, HMJ Oseanografi UHO, UK Selam UHO, Pusat Mitigasi dan Penanggulangan Bencana UHO, KKB Bulukumba, Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia, Srikandi AMAN, Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia (HAPPI)*
















