Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

Usai Talud KDMP Pencong Ambruk, Pengawas hingga Dandim Disebut Minta Berita Diturunkan

×

Usai Talud KDMP Pencong Ambruk, Pengawas hingga Dandim Disebut Minta Berita Diturunkan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa – Polemik proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pencong, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, terus menjadi perhatian publik setelah talud bangunan di lokasi proyek roboh usai diguyur hujan deras beberapa hari terakhir.

Peristiwa tersebut sebelumnya viral di media sosial dan memicu berbagai tanggapan masyarakat terkait kualitas pekerjaan proyek. Namun, sejumlah pihak yang berkaitan dengan pembangunan proyek tersebut dikabarkan meminta agar pemberitaan diturunkan (takedown).

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Meski demikian, media tetap berupaya menyajikan informasi secara berimbang dengan mengedepankan prinsip jurnalistik, klarifikasi, serta asas praduga tak bersalah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bagian talud penahan tanah dengan panjang kurang lebih 26 meter dan tinggi sekitar tiga meter mengalami kerusakan dan ambruk ke badan jalan. Kondisi itu sempat mengundang perhatian warga sekitar karena material berserakan di area proyek.

Salah seorang warga Desa Pencong yang enggan disebutkan namanya mengaku berharap adanya evaluasi terhadap proyek tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami hanya ingin pembangunan ini benar-benar berkualitas karena ini program untuk masyarakat desa. Semoga ada perhatian dan evaluasi dari pihak terkait,” ujarnya.

Baca Juga :  Klarifikasi Terkait Pemberitaan Dugaan Permainan Anggaran Pembangunan KDMP Pencong

Sementara itu, pemborong proyek H. Tumpu saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa yang mengalami kerusakan adalah bagian talud area parkir, bukan bangunan utama proyek.
Menurutnya, kerusakan dipicu curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari terakhir, sementara saluran pembuangan air di bagian atas belum sepenuhnya difungsikan.

“Yang roboh itu taludnya, bukan bangunan utama. Curah hujan beberapa hari ini cukup tinggi,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan progres pembangunan secara umum hampir selesai, namun pembayaran proyek disebut belum sepenuhnya dicairkan.

Di sisi lain, informasi yang dihimpun menyebutkan pihak pengawas, konsultan hingga unsur terkait lainnya meminta agar pemberitaan lebih mengedepankan asas kehati-hatian dan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak sebelum adanya pemeriksaan teknis resmi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi teknis terkait mengenai hasil evaluasi penyebab robohnya talud tersebut.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab, klarifikasi, dan koreksi kepada seluruh pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

Reporter: Saenal Abidin Daeng Rate

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit