Desak Polda Sultra, Lisuma Duga PT Obsidian Stainless Steel Ilegal

265
Lingkar Studi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Gelar Aksi Mendesak Polda Selesaikan Kasus PT Obsidian Stainless Steel

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Sejumlah massa yang tergabung dalam Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi unjuk rasa (unras) mendesak proses hukum atas aktivitas pertambangan yang dilakukan PT. Obsidian Stainless Steel di Desa Tanggobu Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe di depan Kepolisian Daerah (Polda) Sultra pada Kamis 31/10/2019.

Aksi ini menuding PT Obsidian Stainless Steel (OSS) diduga dengan sengaja telah melakukan penambangan secara ilegal di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya, 28 Juni 2019 Tim Tipidter Krimsus Mabes Polri turun langsung di Desa Tanggobu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe mendampingi Tipidter Krimsus Polda Sultra menyegel aktivitas PT OSS atas dugaan melakukan aktivitas penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Baca Juga :  Peringati Hari Anti Korupsi, BAIN HAM RI Sulsel Desak Kapolda Sulsel Proses Wabup Jeneponto

Kasus yang sudah berjalan selama 5 bulan ini, aktivitasnya sudah pernah di berhentikan serta alat berat perusahaan juga sudah disegel oleh Kepolisian, tetapi sampai hari inipun belum ada perkembangan dari penegak hukum dalam proses penetapan tersangka dari pihak Perusahaan.

Dalam orasinya Ketua LISUMA, La Ode Hendri mengatakan “Polda Sultra harus secara serius menanggani kejahatan lingkungan yang dilakukan PT. OSS, karena sudah jelas melawan hukum dan secepatnya pihak Kepolisian menetapkan tersangka dan menahan pihak PT. OSS agar tidak terkesan Polda Sultra main mata“ ujarnya.

Sekretaris Lisuma, Indirwan juga mendesak pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara agar segera menahan Dirut PT. OSS Mr. Tony alias Zhou Yuan.

Baca Juga :  Peringati Hari Anti Korupsi, BAIN HAM RI Sulsel Desak Kapolda Sulsel Proses Wabup Jeneponto

“Kan sudah jelas PT. OSS dalam aktivitas penggalian tanah urug di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di desa Tanggobu tidak dilengkapi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) olehnya itu Polda Sultra harus segera menetapkan Dirut PT. OSS sebagai tersangka orang yang paling bertanggung jawab atas kejahatan lingkungan yang mereka lakukan,” tegasnya dengan nada keras.

Jika pihak Polda Sultra tidak segera menetapkan tersangka dan menahan Dirut PT. OSS Mr. Tony alias Zhou Yuan, maka pihaknya akan menindak lanjuti hingga ke Mabes Polri dan KPK, tutupnya.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :