Example floating
Example floating
Peristiwa

Dari Kegiatan Reses II Tahun 2019, Tina Toon Menekankan Warga Harus Memiliki Data Identitas Yang Jelas

×

Dari Kegiatan Reses II Tahun 2019, Tina Toon Menekankan Warga Harus Memiliki Data Identitas Yang Jelas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

FAKTUAL.NET – JAKARTA UTARA – Tina Toon atau dengan nama lengkap Agustina Hermanto, S.Kom, M.H. kembali turun blusukan dalam rangka kegiatan Reses II Tahun 2019 dalam rangka menyerap asipirasi warga  masyarakat daerah pemilihannya di daerah pemilihan (dapil) Cikoding (Cilincing, Koja, Kelapa Gading). Sore itu, Minggu, (10/11/2019)  bertepatan dengan Hari Pahlawan anggota legislatif yang termasuk anggota DPRD DKI Jakarta yang termuda itu dengan antusias mengunjungi konstituennya. Ia mengenakan balutan baju kotak-kotak merah.

Marunda merupakan wilayah kunjungannya karena termasuk wilayah yang perlu mendapat perhatian karena tingkat kesejahteraannya yang patut diperjuangkan, meskipun bukan menjadi anggota Komisi E  bidang Kesejahteraan Rakyat  sabagaimana harapan awalnya masuk di DPRD DKI Jakarta tetapi tidak menyurutkannya untuk terus berjuang di Komisi A mengurusi permasalahan yang berhubungan dengan  pemerintahan. Karena nanti pun temuan-temuan di lapangan yang berkaitan dengan keluhan warga terkait kesejahteraan rakyat akan diteruskan ke rekan-rekan kerjanya di Komisi E atau dalam Fraksi PDIP.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Berikut Susunan Pimpinan Badan dan Komisi DPRD DKI Jakarta :

Komisi A Bidang Pemerintahan
Ketua: Anggota Fraksi Demokrat Mujiono
Wakil Ketua: Anggota Fraksi Gerindra Inggard Josua
Sekretaris: Anggota Fraksi PKS Dany Anwas
Komisi B Bidang Perekonomian
Ketua: Anggota Fraksi PKS Abdul Aziz
Wakil Ketua: Wakil Ketua Fraksi Golkar Taufik Azhar
Sekretaris: Wakil Ketua Fraksi PDIP Pandapota Sinaga
Komisi C Bidang Keuangan
Ketua: Anggota Fraksi PAN Habib Muhammad Bin Salim Alatas
Wakil Ketua: Anggota Fraksi PDIP Rasyidi
Sekretaris: Anggota Fraksi PKB-PPP Yusuf
Komisi D Bidang Pembangunan
Ketua: Anggota Fraksi PDIP, Idah Mahmuda
Wakil Ketua: Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem, Nova Harivan Paloh
Sekretaris: Anggota Fraksi Partai Gerindra, Syarif
Komisi E Bidang  Kesejahteraan Rakyat
Ketua: Anggota Fraksi Partai Gerindra, Iman Satria
Wakil Ketua: Anggota Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo
Sekretaris: Anggota Fraksi PDIP Johny Simanjuntak

Badan Pembentukan Peraturan Daerah
Ketua: Penasehat Fraksi PDIP Pantas Nainggolan
Wakil Ketua: Anggota Fraksi PKS Dedi Supriado
Badan Kehormatan:
Ketua: Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, Achmad Nawawi
Wakil Ketua: Sekretaris Fraksi PAN Oman Rohman Rakinda
Banggar dan Musyawarah: Pimpinan Dewan.

Warga Marunda yang antusias menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD DKI Tina Toon.

Dalam kesempatan sharing dan tanya jawab acara reses tersebut didapat informasi-informasi yang nanti akan ditindaklanjuti realisasinya tentunya dengan berkoordinasi baik dengan pengurus RT/RW, kelurahan, kecamatan atau sudin/dinas terkait yang ada di pemkot ataupun pemprov DKI Jakarta.

Intinya bagi warga Marunda pemkot memiliki  hak untuk mendapoatkan program-program bantuan/subsidi.  Misalnya subsidi berupa kartu-kartu : Kartu Jakarta Pintar (KJP) , Kartu Jakarta Sehat (KJS), Kartu Lansia.

“Tetapi ada tantangan apakah semua ini  tepat sasaran? Memang diakui APBD DKI Jakarta besar tetapi  balik  lagi ketika program dicanangkan apakah realistis dan wajar bila KJP dimiliki oleh  orang punya rumah dua, seorang  direktur?” tegas Tina Toon dan dijawab kompak oleh peserta reses : “Tidak!” disertai tepuk tangan.

Dalam kesempatan itu hadir anggota Tim 10 yang dikoordinatori oleh Bastanta Ginting,  Staf  Tim Tina Toon Yusran dan  Himawan serta tim dokumentasinya,  Ketua RW 011 hadir Bapak Paul dan Yudi Sekretaris Lurah Marunda.

Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP  itu meminta agar dimaksimalkan penyisiran tentang pendataan warga mampu dan kurang mampu. Jika disinyalir ada oknum-oknum yang mempergunakan kesempatan melakukan borong rumah rusun seperti yang terjadi di beberapa tempat lain  maka ini bisa menjadi temuan. Tentunya informasi yang jelas dan bukan hoax akan didapatkan  dengan berkoordinasi dengan pengelola UPRS apakah benar kejadiannya sperti itu?

Maka Tina Toon menegaskan kepada warga Marunda yang dikunjungi dibalik semua layanan pemerintahan kota kepada warganya  bahwa yang terpenting adalah  warga Marunda harus memastikan memiliki data identitas yang jelas. Dari dasar ini akan dapat ditentukan apakah seseorng layak mendapat bantuan atau tidak.

“Sinergi yang baik mulai dari warga, pengurus rt/rw, kelurahan, kecamatan dengan dewan harus terjalin dengan baik agar anggota dewan   dapat memperjuangkan aspirasi warga dan lagi-lagi harus ada bukti-bukti data yang jelas dan akurat,”  ungkap mantan  artis penyanyi “Bolo-bolo” dengan antusias.

Mengenai  permasalahan air pam yang jadi permasalahan anggota dewan juga akan berkoordinasi  dari pengelola UPRS Marunda yang tidak hadir dalam kesempatan reses tersebut, sehingga akan didapat masukkan permasalahan air.

Diharapkan  pengelola  UPRS  Marunda dapat memberikan  klarifikasi  apakah dapat memberi  rincian pembayaran apa saja? Sewa rusun, bayar air, bayar tunggakan? Lagi-lagi masalah  transparansi harus didorong agar dapat menyelesaikan permasalahan keluhan warga Marunda khusus yang ada di Rusun Marunda. Di mana letak titik permasalahannya.

Mengenai  permasalahan Puskesmas yang dikeluhkan seorang warga yang tengah hamil meminta agar ada puskesmas di Rusun Marunda untuk memudahkan proses persalinan juga ambulan dan tandu jika menurunkan orang sakit / pasien dari lantai atas rusun Marunda.

Peserta Reses, Serap Aspirasi

Kembali lagi anggota legislatif Tina Toon bertanya apakah jika diupayakan ada, akan dimanfaatkan maksimal tidak?  Dan semua pasien hamil akan melahirkan tidak kemana-mana lagi? Jika memang kebutuhan puskesmas untuk orang melahirkan menjadi kebutuhan utama maka ini akan diperjuangkan melalui musrenbang tentunya dan melalui kajian-kajian.

Mengakhiri pertemuan tersebut kesimpulan utama yang harus menjadi perhatian warga Marunda adalah semua warga harus memiliki identitas yaitu  e-ktp, harus ada dan wajib karena ada temuan ketika diperjuangkan ternyata orang tersebut adalah warga di  luar kota Jakarta yang tentunya tidak layak untuk mendapat bantuan pemprov DKI Jakarta..

“Kepastian memiliki SKTM otomatis akan mempermudah mendapatkan  KJP,  KJS, Kartu Lansia yang akses lingknya ke dinas pendidikan, dinas kesehatan dan dinas sosial Pemprov DKI Jakarta. Oleh sebab itu  data penduduk yang bermasalah harus segera diurus agar tidak menimbulkan masalah dan layanan kepada warga dapat berlangsung dengan baik,” demikian Tina Toon menegaskan.

Dalam kesempatan tersebut juga diharapkan  pengelola UPRS tidak mengkait-kaitkan tunggakan /pembayaran sewa rusun dengan layanan kependudukan agar warga dapat beres dan valid data kependudukan DKI yang menjadi syarat utama menjadi warga DKI Jakara. Untuk hal ini yang dianggap temuan anggota DPRD tersebut akan berupaya melakukan  audensi dengan pengelola UPRS.

Menanggapi masalah Mujio pelatihan-pelatihan terhadap Lansia terus saja diikuti hanya saja dibutuhkan sentuhan lain yaitu berupa subsidi lansia per bulan harus diupayakan kepada warga lansia di Marunda. Dan lagi-lagi Tina Toon meminta agar  di data berapa jumlah lansia yang berhak  memenuhi persyaratan dimasukkan agar mendapatkan subsidi tersebut dari   dinas sosial dan semua berawal dari displin daalam pendataan warga sebagai warga pemprov DKI.

(Johan Sopaheluwakan)

 

 

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit