Opini Oleh Didin C.A
Faktual. Net, NTB. Tuhan menciptakan manusia dan menjadikan manusia di muka bumi sebagai khalifah. Serta manusia di berikan kelebihan dari pada makhluk Tuhan lainnya yaitu Akal. Sebagai makhluk yang berakal dan berpikir, tentu mampu mengenali hal-hal yang dapat membahayakan dirinya dan menghindarinya dari suatu bahaya yang dapat mencelakakan dirinya. Sebagai makhluk yang berakal dan berpikir, tentu mampu menciptakan sesuatu yang maju untuk masa depannya.
Seiring berjalannya waktu dari tahun ke tahun berbagai gejola sosial yang terus terjadi dimasyarakat dan meningkat seiring perkembangan zaman modernisasi yang semakin canggih, baik itu masalah pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan hukum menjadi masalah utama dalam kehidupan masyarakat pada umumnya.
Beban masyarakat tentang biaya pendidikan yang mahal sehingga banyak anak mereka tidak mampu melanjutkan pendidikan di akibatkan terbatasnya biaya pendidikan. Jangan heran jika masih banyak pemuda/pemudi yang tidak bisa melanjutkan pendidikan. Jika masyarakat tidak mendapatkan akses pendidikan, tentu tidak akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Sebab dengan pendidikan formal kita dapat mengakses segala ilmu dan pengetahuan.
Masalah hukum yang semakin menjadi-jadi dari tahun ke tahun yang tumpul ke bawah dan tajam ke atas. Begitu kira-kira istilahnya tentang hukum hari ini menurut penulis. Dimana hukum tajam pada orang-orang tidak berdaya, sedangkan kepada para penguasa, hukum itu seakan-akan buta dan tuli atau tumpul untuk mereka para penguasa.
Sebut saja orang-orang yang melakukan pencucian uang atau disebut korupsi dinegeri ini banyak. Misalnya kasus bank centuri, kasus hambalang, dan masih banyak kasus lainnya yang berhubungan dengan para penguasa yang melakukan korupsi kebal akan hukum.
Masalah kesehatan juga menjadi masalah besar bagi masyarakat yang tidak mampu atau memiliki keterbatasan ekonomi. Sebab menjadi sarat utama untuk melakukan pengobatan adalah uang dan uang. Jika ingin melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan baik milik pemerintah maupun swasta. Semuanya syarat adalah uang yang menjadi prioritas utama.
Jika tidak memiliki uang, maka jangan berharap akan mendapatkan pelayanan kesehatan kepada petugas kesehatan terhadap kita sebagai masyarakat yang tumpuan besar harapan adalah kepada mereka sebagai pelayanan kesehatan bagi siapapun yang sakit dan ingin mendapatkan pengobatan itu akan sia-sia saja. Sebagaimana dalam judul buku eko patrio adalah orang miskin dilarang sakit.
Semua menjadi masalah bagi masyarakat adalah ekonomi, pendidikan, hukum, kesehatan dan gejola sosial adalah sebagai dampak buruk dari masalah tersebut. Beberapa tahun terakhir banyak kejadian-kejadian yang luar biasa terjadi.
Sebut saja konflik di Ambon, konflik di Poso, konflik di Papua dan masih banyak daerah lainnya terjadi konflik terhadap sesama bangsa sendiri. Dampak buruk juga yang terjadi akibat ekonomi, pendidikan dan hukum adalah merajalelanya masyarakat menjual barang haram demi mendapatkan kebutuhan ekonomi, sebut saja seperti narkoba.
Adapun jenis narkoba seperti heroin, sabu-sabu, ganja, kokain, pcc dan lain-lain. Walaupun menjual barang haram tersebut memilki undang-undang bagi siapa saja yang menjual atau mengedarkannya akan mendapatkan hukuman, para penjual tidak peduli akan efek jera nya dimata hukum bagi siapa saja yang menjual barang haram tersebut.
Akibat besarnya keutungan yang di dapat dari hasil jual barang haram tersebut banyak masyarakat terlibat, mulai dari yang tua sampai anak-anak. Semakin banyak masyarakat yang di tangkap akibat menjual barang haram dan mengedar barang haram tersebut.
Semakin meningkat pula para penjual dan pengedar barang haram itu, diakibatkan pengaruh penghasilan yang menjanjikan berkat menjual barang haram. Tentu siapa saja akan tergiur dan akan menjualnya, tidak peduli mereka di tangkap ataupun dibunuh, yang terpenting uang dan kebutuhan ekonomi terpenuhi untuk keluarga mereka.
Dampak lain akibat pendidikan dan ekonomi adalah memunculkan gejala sosial yakni sebagian masyarakat menjadi perampok baik merampok bank-bank sampai dengan merampok atau mencuri barang milik orang lain baik itu di jalan bahkan di rumah para pemangsa menjadi incaran mereka yang di anggap kaya.
Selain dari itu juga terjadi pemerkosaan dan juga tidak segan-segan membunuh bagi penghalang mereka dan juga menjual sesama manusia demi mendapatkan keuntungan semata.
Akibat pendidikan yang semakin mahal, sehingga tidak dapat dijangkau oleh masyarakat yang tidak mampu, kebutuhan sandang dan pangan yang serba mahal juga fasilitas kesehatan yang tidak bisa dirasakan secara sama-sama sebagai warga negara serta hukum yang tajam ke atas dan tumbul kebawah yang membuat masyarakat galau serta stres akan semua itu, sehingga berbagai cara masyarakat melakukan sesuatu demi melupakan pikiran mereka tentang pendidikan, ekonomi, kesehatan yang tidak dapat mereka nikmati serta hukum yang tajam ke atas dan tumpul ke bawa, sebagai mana undang-undang mengamanatkan.
Bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan perlindungan hukum seadil-adilnya. Penulis dan semua rakyat berharap agar tidak terjadi terus menerus gejola sosial di masyarakat. Untuk itu pemerintah sebagai pengambil kebijakan harus melakukan sesuatu atau langkah-langkah untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan sama sekali gejola sosial tersebut yang di karenakan pendidikan, ekonomi, kesehatan dan hukum. Agar semua warga negara dapat mengakses dan percaya terhadap hukum.
Penulis Adalah Ketua Kerukunan Keluarga Besar Etnis Donggo
















