Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaDaerahPeristiwa

Adanya Dugaan Pelanggaran HAM, Ruang Sipil: Kenapa Semua Diam Soal Kabaena ?

×

Adanya Dugaan Pelanggaran HAM, Ruang Sipil: Kenapa Semua Diam Soal Kabaena ?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
La Ode Muhammad Safaat, Koordinator Ruang Sipil. 📷 Foto: Istimewa.

Faktual.Net, Kendari, Sultra — Disinyalir adanya dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Pulau Kabaena, Ruang Sipil berharap semua pihak untuk bicara soal Kabaena.

Koordinator Ruang Sipil La Ode Muhammad Safaat menuturkan bahwa sedang terjadi persoalan serius yang terjadi di pulau seluas 873 km persegi tersebut. Korban Tindak Kekerasan (KontraS) sudah buat press release soal Kabaena. Bahwa ada 8 orang warga yang diduga diamankan oleh aparat TNI, apakah ini bagian dari kerangka criminal justice system, tentunya bukan.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

“Hampir sebulan yang lalu saya turun di Kabaena. Sudah sempat konferensi pers, tapi sayangnya tidak dimuat. 1 Desember saya sudah buat tulisan singkat juga di akun Facebook saya soal Kabaena. Semoga, pernyataan saya disini bisa menjadi alasan agar semua pihak bisa bicara persoalan kemanusiaan di Kabaena,” ujar Faat.

Berdasarkan press release Komisi untuk Orang Hilang dan KontraS bahwa pada Sabtu (17/10/20) seorang warga bernama Daeng Tika dijemput oleh sejumlah aparat TNI. Kemudian, pada Jumat (23/8/20) sebanyak tujuh orang warga kembali dijemput oleh aparat TNI AD dibawa ke Kendari.

Lebih lanjut, dalam press release KontraS mengatakan terdapat salah seorang warga bernama Daud (60) telah meninggal dunia pada Jumat (30/10/20) setelah terus mengeluarkan darah saat buang air besar semenjak ia dipanggil pihak TNI ke Kantor Koramil Kabaena.

Baca Juga :  Gubernur Sulsel Usulkan Sejumlah Proyek Jalan dan Jembatan Strategis ke Kementerian PU

“Pasca itu saya tidak dapat info lagi tentang keberadaan dan kondisi mereka di Kendari. Alhamdulillah, akhirnya saya mendapatkan kabar bahwa para korban telah kembali ke kediaman masing-masing pada sebulan yang lalu. Infonya korban diantar langsung oleh aparat TNI. Namun ada yang berbeda, intinya saat ini salah satu korban sementara dirawat di Rumah Sakit,” ungkap Faat pada Faktual.Net, Sabtu (12/12/20).

Tak hanya itu, Faat beberkan penangkapan warga tersebut diduga terkait kematian Serda Rusdi yang ditemukan tewas tergantung di bawah pohon mete pada Rabu, 18/8/20. Kematian Serda Rusdi, isu yang beredar ada kaitannya dengan tambang dan aparat kepolisian, tapi nanti pihak bersangkutan yang kembangkan.

“Sekarang mari kita lebih fokus agar masyarakat bisa hidup dengan nyaman, para korban bisa dipulihkan. Saya bingung urusan apa TNI ada di Kabaena. Mengenai kematian anggotanya, saya pula turut berbelasungkawa, dan semoga pelakunya cepat ditemukan. Tapi, apakah harus begini caranya dan dugaan pelanggraan HAM, kenapa semua diam soal Kabaena,” pungkas Faat

Reporter: Kariadi

Tanggapi Berita Ini