Example floating
Example floating
NasionalReligi

MUI Akan Teguhkan Kiblat Bangsa Di KUII Bangka Belitung

×

MUI Akan Teguhkan Kiblat Bangsa Di KUII Bangka Belitung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Jakarta. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan kembali akan menyelenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Acara yang berlangsung mulai tanggal 26 sampai 29 Februari 2020 itu bertujuan mewujudkan kualitas Umat terbaik dalam lima aspek yaitu di bidang politik, ekonomi, hukum, pendidikan dan kehidupan beragama dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dunia.

Kegiatan bertema “Stategi Pejuangan Umat Islam Indonesia Untuk Mewujudkan NKRI yang Maju, dan Beradab” ini dilaksanakan sebagai wujud pengamalan Islam Wasathiyyah yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Ketua Steering Committee (SC) KUII VII, Buya Anwar Abbas menyampaikan, tujuan KUII VII secara khusus untuk kembali meneguhkan kiblat bangsa. “Sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa yang termaktub dalam pembukaan (Mukaddimah) dan pasal-padal UUD 1945 serta ajaran Islam,” katanya di Gedung MUI Pusat, pada Selasa, 11/2/2020.

Baca Juga :  Pembukaan Parheheon Sekolah Minggu HKBP Resort Ancol Podomoro Jakarta Utara

Buya Anwar Abbas juga mengatakan bahwa MUI ingin merumuskan rancangan dan strategi bagaimana memaksimalkan peran umat Islam dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya ekonomi, politik, hukum, pendidikan, dan kebudayaan.

“MUI ingin mewujudkan peran terbaik umat Islam dalam menjaga keluhuran agama dan mengelola negara,” tegas Buya Anwar.

Buya Anwar menambahkan bahwa KUII VII diharapkan bisa menguatkan Harmoni umat Islam Indonesia dalam mengawal Kiblat Bangsa. Sehingga ke depannya, arah pembangunan nasional senantiasa sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. MUI juga menargetkan semakin solidnya peran umat Islam lintas sektoral dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa.

“MUI menargetkan juga tersusunnya strategi perjuangan umat Islam Indonesia yang terbaik, seiring dengan perkembangan zaman era digital yang ditandai dengan realita disrupsi dan pergeseran norma,” paparnya.

Reporter : Lili Judiarti

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit