Example floating
Example floating
Headline

Nusantara Konferensi Doa – Seminar Hari Doa Nasional 2026 Sukses Digelar, Dihadiri Ribuan Tokoh Kristen dari Seluruh Indonesia dan Mancanegara

×

Nusantara Konferensi Doa – Seminar Hari Doa Nasional 2026 Sukses Digelar, Dihadiri Ribuan Tokoh Kristen dari Seluruh Indonesia dan Mancanegara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual net – Balikpapan, 03–04 Juli 2026 – Bertempat di Bukit Doa Nusantara Balikpapan, rangkaian Hari Doa Nasional (HDN) 2026 memasuki tahap seminar nasional dengan tajuk Nusantara Konferensi Doa. Kegiatan ini mengusung tema: “Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala dari IKN Kaltim ke Bangsa-Bangsa”.

Acara ini diikuti ribuan peserta yang terdiri dari pendeta, gembala jemaat, penginjil, pendoa, tenaga pendidik, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia: Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Papua, Sumatera, Sulawesi, Jawa, Nusa Tenggara Timur, Maluku, serta hadir pula perwakilan dari luar negeri seperti Korea Selatan, Malaysia, Brunei Darussalam, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Seminar ini membahas berbagai isu strategis meliputi pendidikan, kesehatan, hukum, keesaan gereja, lingkungan hidup, dan perkembangan Ibu Kota Nusantara, yang dirangkai dengan rangkaian doa bersama. Sejumlah narasumber kompeten hadir membagikan pemikiran, antara lain:

– Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.Sc
– Pimpinan 8 Aliran Gereja (FUKRI)
– Pdt. Dr. Gomar Gultom (Majelis Pekerja Harian PGI)
– Pdt. Dr. Ronny Mandang (Ketua Majelis Pimpinan PGLII)
– Pdt. Lipius Binilux
– Pdt. Tommy Lengkong, M.Th (Ketua Umum PGLII)
– Pdt. Darwin Darmawan (Sekretaris Jenderal PGI)
– Pdt. Prof. Dr. Daniel Ronda (Sekretaris Jenderal PGLII)
– Romo Aloysius Budi Purnomo (KWI)
– Pdt. Rendy Chua (Ketua Umum PBI)
– Pdt. Letkol Benyamin Goni (Pimpinan Bala Keselamatan)
– Pdt. Ronny Wenas (Sekretaris Jenderal GMHAK)
– Bpk. Christian Sidenden (Utusan Gereja Ortodok Indonesia)
– Bpk. Troy Pantaouw, M.Sc (Staf Khusus Kepala OIKN)
– Pdt. Dr. Samuel Kusuma, M.Th (Pendiri Bukit Doa Nusantara)
– Bpk. Anton Dedi Hermanto, SH, MH (Pakar & Praktisi Hukum Indonesia)
– Bpk. Dr. Stefanus Hook, SH, MH (Ketua LBH Bethany)
– Ps. Dr. Marcel Kanon (Selandia Baru)
– Ps. Choi Tay Hyuep (WEC Korea)
– Dr. dr. Cissie Nugraha, M.Sc, MARS
– Pdt. Aristakus Tarigan (Fasilitator Umum JDN).

Baca Juga :  Sekber Sultra Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Aktivitas Hauling Ore Nikel PT ST Nikel Resources ke Kejati Sultra

Dalam keterangannya, Konvokator FUKRI Pdt. Robby Repi menjelaskan bahwa kegiatan ini disusun secara khusus sebagai kelanjutan pembukaan HDN 2026 yang berlangsung pada 02 Juli di BSCC Dome Balikpapan.
“Seminar ini membahas isu pendidikan, keesaan gereja, keluarga Kristen, kesehatan, hukum, lingkungan hidup, teknologi, penginjilan, dan doa. Semua dirangkai dengan doa agar menghasilkan dampak nyata bagi bangsa Indonesia, Ibu Kota Nusantara, Gereja Tuhan, dan umat-Nya,” ujarnya.

Sesi pertama diawali dengan penyampaian dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.Sc, yang dipandu oleh Pdt. Yordan Panggabean dengan penanggap Romo Aloysius Budi Purnomo (KWI) dan Pdt. Rendy Chua (PBI).

Dalam pemaparannya, Dr. Fajar menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir, Kementerian telah memperjuangkan status puluhan ribu tenaga pendidik honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPK) dan dipersiapkan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil. Langkah ini ditempuh guna memenuhi kualitas pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia, agar melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter mulia, dan menguasai teknologi.

Ia juga mengajak tenaga pendidik Kristen dan Katolik untuk terus bersinergi mewujudkan visi Pendidikan Indonesia Emas. Dr. Fajar mengungkapkan kedekatan kajiannya dengan dunia pendidikan Kristen dan Katolik, yang kemudian melahirkan buku berjudul “KRISTEN MUHAMADIYAH”. Karya ini mengajak seluruh elemen bangsa bergandengan tangan membangun pendidikan di Nusantara.

Pemaparan tersebut kemudian ditanggapi oleh perwakilan KWI dan PBI, yang merumuskan konsep pendidikan yang berkeadilan sosial, mencetak peserta didik berkualitas dan berbudi pekerti luhur. Sesi ditutup dengan doa bersama bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. (Red/FN-DKI 1)

Tanggapi Berita Ini