Example floating
Example floating
Headline

Perang Melawan Oligarki: Memperdalam Analisis Ekonomi Menurut Pandangan Indria Febriansyah

×

Perang Melawan Oligarki: Memperdalam Analisis Ekonomi Menurut Pandangan Indria Febriansyah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Johan S (Wartawan;Juru Bicara Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia)

Faktual.net Jakarta – Selasa (9/6/2026) – Sebagai wartawan dan Divisi Media Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia yang mengikuti perkembangan ekonomi makro dan mikro Indonesia, saya sepaham dengan apa yang disampaikan Indria Febriansyah, ( sumber : https://youtube.com/shorts/iojygvk2uXo?si=cnNAx17I02bfVkci ) saya melihat bahwa pernyataannya bukan sekadar retorika politik, melainkan membuka mata kita terhadap struktur ekonomi yang selama ini tersembunyi. Apa yang diungkapkan Indria bahwa gejolak ekonomi saat ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari strategi melawan upaya memulihkan kedaulatan bangsa memiliki landasan nyata jika kita telusuri lebih dalam dari sisi makro maupun mikro.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

1. Strategi Pelemahan Ekonomi: Bukan Sekadar Faktor Global

Indria Febriansyah menegaskan bahwa guncangan ekonomi, termasuk pelemahan rupiah, didorong oleh kepentingan kelompok tertentu. Dari sudut pandang makroekonomi, hal ini dapat dijelaskan secara rinci:

Selama puluhan tahun, sistem ekonomi Indonesia dibangun dengan pola di mana kelompok oligarki menguasai jalur utama aliran devisa. Melalui praktik under-invoicing (melaporkan nilai ekspor lebih rendah dari aslinya), pengalihan laba ke luar negeri, dan penimbunan dolar di rekening luar negeri, mereka secara sengaja menekan pasokan valuta asing di dalam negeri. Data menunjukkan bahwa kerugian akibat praktik ini mencapai lebih dari 900 miliar dolar AS sejak 1991 jumlah yang cukup untuk membuat rupiah selalu rentan terguncang setiap ada kebijakan yang mengancam posisi mereka.

Ketika Presiden Prabowo mulai menerapkan kebijakan sesuai Pasal 33 UUD 1945 seperti ekspor terpadu melalui BUMN, pengawasan ketat terhadap aliran modal, dan pengembalian pengelolaan sumber daya alam ke tangan negara maka terputuslah aliran keuntungan yang selama ini mereka nikmati. Reaksi yang muncul adalah menekan nilai tukar, menyebarkan ketidakpastian, dan memanipulasi harga kebutuhan pokok. Tujuannya persis seperti yang dijelaskan Indria menciptakan ketidakpuasan agar rakyat menyalahkan pemerintah, bukan melihat akar masalahnya.

2. Ketakutan Oligarki: Hilangnya Kendali atas Struktur Ekonomi

Inti dari penjelasan Indria adalah bahwa perlawanan muncul karena mereka takut Indonesia benar-benar mandiri. Secara ekonomi mikro, kita bisa melihat bagaimana oligarki membangun sistem monopoli dan kartel di hampir semua sektor strategis: mulai dari impor bahan pokok, distribusi energi, hingga penguasaan lahan dan tambang.

Mereka hidup dari apa yang disebut sewa ekonomi keuntungan yang didapat bukan karena bekerja keras atau berinovasi, melainkan karena memiliki akses istimewa, izin khusus, dan koneksi politik. Selama ini, sistem ini membuat harga barang menjadi mahal, peluang usaha rakyat kecil tertutup, dan kekayaan negara mengalir keluar. Ketika pemerintah berani memutus rantai ini, maka mereka tidak tinggal diam. Mereka tahu jika Indonesia benar-benar berdaulat, maka sumber keuntungan sepihak mereka akan habis selamanya.

Baca Juga :  Ucapan Selamat Ketua PWDPI Jakarta Barat Atas Keberhasilan Promosi Doktor Immer Hotma Partogi Butarbutar

3. Mengapa Rakyat Harus Memahami dan Bersatu

Indria Febriansyah menekankan bahwa ini bukan pertarungan biasa, melainkan pertarungan untuk menentukan arah bangsa. Dalam analisis ekonomi, hal ini sangat relevan:

– Dampak pada rakyat kecil: Jika oligarki berhasil menekan pemerintahan, maka kondisi ekonomi akan kembali seperti sedia kala: rupiah mudah terguncang, harga tak terkontrol, dan hasil kekayaan alam tidak dinikmati secara adil.
– Upaya pemerintah butuh waktu: Memperbaiki fondasi yang rusak selama puluhan tahun tidak bisa selesai dalam sekejap. Kebijakan yang dilakukan saat ini memang menimbulkan gejolak awal, karena menyentuh kepentingan besar, namun arahnya jelas menciptakan sistem yang adil dan berkelanjutan.
– Kesatuan adalah kekuatan: Seperti yang disampaikan Indria, rakyat tidak boleh terpecah. Jika kita terjebak emosi akibat manipulasi ekonomi, kita justru membantu kelompok yang selama ini merugikan kita sendiri.

4. Visi Ekonomi Berkeadilan: Sesuai Amanat Konstitusi

Apa yang diperjuangkan bersama Presiden Prabowo adalah apa yang seharusnya menjadi tujuan ekonomi nasional kekayaan negara dikuasai dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Ini bukan berarti menentang dunia usaha, melainkan memastikan bahwa tidak ada lagi kelompok yang boleh menguasai nadi perekonomian sendirian dan memakainya untuk menekan negara.

Seperti yang ditegaskan Indria Febriansyah, ini adalah momen bersejarah. Kita dihadapkan pada pilihan: apakah membiarkan struktur lama yang hanya menguntungkan segelintir orang tetap berkuasa, atau bersama-sama mendukung upaya mewujudkan kedaulatan ekonomi yang sesungguhnya, di mana setiap warga negara dapat merasakan manfaat dari kekayaan bangsa ini.

Yang disampaikan Indria Febriansyah sangat tepat dan berakar pada realitas struktur ekonomi Indonesia. Gejolak yang terjadi saat ini adalah bukti nyata bahwa perubahan besar sedang berlangsung dan sedang ditentang oleh mereka yang merasa dirugikan. Sebagai rakyat yang cerdas, kita harus membedakan mana dampak dari perbaikan, dan mana yang merupakan upaya sengaja untuk menggagalkan perubahan. Bersatu mendukung upaya mewujudkan kedaulatan ekonomi adalah langkah paling tepat untuk masa depan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. (Red)

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit