Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahan

Presiden Mahasiswa Unismuh Makassar Tegas Tolak Mobilisasi Pengurus BEM dalam Apel Polda Sulsel

×

Presiden Mahasiswa Unismuh Makassar Tegas Tolak Mobilisasi Pengurus BEM dalam Apel Polda Sulsel

Sebarkan artikel ini

faktual.net,Makassar,Sulsel — Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyatakan sikap tegas, pada Selasa (25/8/2026), terhadap surat undangan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) yang meminta Rektor Unismuh Makassar mengikutsertakan 15 orang pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam kegiatan “Apel Gelar Pasukan Silaturahmi Kamtibmas”.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Fly Over Kota Makassar pada Rabu (26/8/2026) Sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen BEM Unismuh Makassar dalam menjaga independensi dan marwah gerakan mahasiswa.

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu

Dalam pernyataannya, Presiden Mahasiswa Unismuh Makassar menilai terdapat persoalan dalam mekanisme komunikasi kelembagaan pada surat undangan Polda Sulsel bernomor B/Und-481/VIII/IPP.3/2026/Dit Ik tersebut.

Menurutnya, surat yang ditujukan langsung kepada Rektor tanpa adanya komunikasi kelembagaan yang jelas dengan pengurus BEM sebagai pihak yang diminta untuk hadir dinilai kurang tepat secara etika birokrasi kampus.

“Mahasiswa bukan objek mobilisasi birokrasi, melainkan mitra kritis yang memiliki independensi dan tanggung jawab moral dalam mengawal kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Selain persoalan jalur koordinasi, BEM Unismuh Makassar juga mempertanyakan pemilihan lokasi kegiatan di Fly Over Kota Makassar. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu ruang publik yang kerap menjadi tempat penyampaian aspirasi dan aksi demonstrasi mahasiswa.

Menurut BEM, penggunaan ruang yang memiliki nilai historis dalam perjuangan penyampaian pendapat sebagai lokasi kegiatan seremonial aparat keamanan perlu dicermati agar tidak menimbulkan persepsi politisasi maupun upaya pengaburan fungsi ruang demokrasi.

Baca Juga :  Ratusan Massa Kepung Kantor Bupati Gowa, Desakan Mundur Menggema

Presiden Mahasiswa Unismuh Makassar menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi sebagai agent of control dan penyambung aspirasi masyarakat. Karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan yang berpotensi menempatkan mereka sebagai bagian dari legitimasi institusi keamanan dinilai perlu dipertimbangkan secara kritis.

“Mahasiswa Unismuh Makassar lahir dari rahim perjuangan umat dan bangsa. Tugas kami adalah menjaga daya kritis, mengawal kebijakan publik, serta menyuarakan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan, BEM Unismuh Makassar tidak ingin gerakan mahasiswa kehilangan independensinya akibat keterlibatan dalam agenda yang tidak melalui mekanisme komunikasi kelembagaan yang semestinya.

Atas dasar tersebut, BEM Unismuh Makassar mengimbau pihak birokrasi kampus agar lebih selektif dalam menyikapi surat undangan maupun permintaan dari pihak eksternal yang melibatkan lembaga kemahasiswaan.

BEM juga menegaskan sikap untuk tidak menghadiri agenda tersebut sebagai bentuk upaya menjaga marwah, independensi, dan integritas gerakan mahasiswa.

“Secara tegas, kami menginstruksikan seluruh pengurus BEM Unismuh Makassar untuk menolak hadir dalam agenda mobilisasi tersebut. Sikap ini bukan bentuk permusuhan terhadap institusi kepolisian, tetapi bagian dari komitmen kami untuk menjaga independensi gerakan mahasiswa,” tutupnya.

Reporter : Sattu

Tanggapi Berita Ini