Example floating
Example floating
BeritaDaerahPeristiwa

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sulsel, Banjir dan Gelombang Tinggi Mengintai Hingga 23 Januari

×

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sulsel, Banjir dan Gelombang Tinggi Mengintai Hingga 23 Januari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Makassar, Sulsel– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir, longsor, serta gelombang tinggi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Kesehatan Makassar

Peringatan ini berdasarkan prediksi berbasis dampak Indonesia Flood & Landslide Early Warning System (InaFLEWS) dan diperkirakan berlangsung hingga 22 Januari 2026, sementara potensi gelombang tinggi berlanjut hingga 23 Januari 2026.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

BMKG mencatat, daerah yang berpotensi mengalami banjir pada 20 Januari meliputi Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, dan Takalar. Pada 21 Januari, wilayah terdampak meluas mencakup Barru, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, dan Takalar. Sedangkan pada 22 Januari, potensi banjir kembali mengancam Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, dan Takalar.

Selain ancaman banjir dan longsor, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Sulsel. Kondisi ini dipicu oleh bibit siklon tropis 975 yang terpantau di perairan utara Australia, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot dan tekanan udara minimum 1001 hPa.

Dampak dari sistem ini menyebabkan peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 25 knot di perairan Sulawesi. Pola angin di Sulsel umumnya bertiup dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 5–35 knot, sehingga memicu peningkatan tinggi gelombang laut.

Baca Juga :  Kamsina Sulit Dihubungi, Nomor Wartawan Diduga Diblokir Saat Konfirmasi Dana JKN Rp50 Juta

BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter di perairan Pinrang, Pangkep, Bulukumba, Takabonerate, Wajo, Luwu Utara, Barru, Makassar, Selayar, Sinjai, dan Luwu.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi dengan ketinggian 2,5–4 meter berpotensi terjadi di perairan Jeneponto dan Kepulauan Takabonerate.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan bencana serta para nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi cuaca terbaru.

BMKG juga mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan dan pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi gelombang tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi perahu nelayan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.

Selain itu, kapal tongkang berisiko terdampak pada kecepatan angin 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter, sedangkan kapal feri perlu mewaspadai kondisi saat angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

BMKG meminta masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim terkini serta menunda pelayaran jika kondisi dinilai tidak aman.

Redaksi sulsel.

Tanggapi Berita Ini